DEMOKRASI DAN KOMODIFIKASI PERLINDUNGAN KESEHATAN PEREMPUAN

ABSTRAK: Seiring  dengan  euphoria  reformasi  politik,  demokrasi  dan  demokratisasi  pada  tahun 2000-2005 mengalami peningkatan perhatian tetapi belum melekat kuat dalam sistem politik di daerah. Saat itu, isu kesehatan perempuan berpacu dengan kompetisi, partisipasi dan  kebebasan.  Kota  Madiun  menjadi  salah  satu  arena  kontestasi  tersebut,  resikonya demokrasi termodifikasi oleh dinamika sosial, politik dan pasar. Merespon hal tersebut, diperlukan  upaya  menggeser  pendekatan  kesehatan  perempuan  instrumental  menuju pada  pendekatan  kesehatan  perempuan  substantif.  Caranya  memperkuat  posisi  subyek perempuan dalam perlindungan kesehatan perempuan hamil dan melahirkan.
Kata Kunci: demokrasi, perlindungan, kesehatan, perempuan, komodifikasi
Derajad S. Widhyharto
Kode Jurnal: jpsosiologidd120258

Artikel Terkait :