REKONSTRUKSI MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH (Sebuah Gagasan Hasan Hanafi tentang Revitalisasi Turâts)

Abstrak: Dalam  pergulatan  wacana  keagamaan  kontemporer,  isu maqâshid  al-syarî'ah    banyak  dihembuskan  oleh  kalangan liberal sebagai sebuah simbol perlawanan atas kian teguhnya keberpihakan pada dominasi fiqih klasik yang dalam banyak hal  telah  gagal  melampaui  jamannya.  Salah  seorang  pemikir kontemporer  yang  mengusung  program  rekonstruksi kebudayaan  yang  membebaskan  adalah  Hasan  Hanafi.  Ia ingin  mereformasi  pemikiran  Islam  dengan  melakukan revitalisasi  terhadap  turâts  (tradisi)  klasik  dan  mere-konstruksinya  sehingga  tidak  usang  dan  menjadi  ramah terhadap  kondisi  kontemporer.  Di  bidang  hukum  Islam, Hanafi  melakukan  rekonstruksi  atas  maqâshid  al-syarî'ah melalui  reformasi  linguistik.  Hasilnya,  hifzh  al-nafs  dimaknai sebagai menjaga kelestarian umat dari ancaman yang  datang baik  dari  dalam  negeri  ataupun  luar  negeri,  hifzh  al-’aql diaritikan  menggalakkan  rasioanalitas,  pendidikan,  dan memerangi  kebodohan,  hifzh  al-dîn  dimaknai  sebagai memberi kebebasan beragama kepada pemeluk agama untuk meyakini  dan  melaksanan  ajaran  agamanya,  hifzh  al-’irdl berarti  menjaga  harga  diri  umat  dan  negara  baik  dari  penjajahan  maupun  tekanan  pihak  luar,  dan  kelima  hifzh  al-mâl  adalah  melindungi  sumber  daya  alam  negara  dan memanfaatkannya  demi  kepentingan  rakyat.  Implementasi maqâshid al-syarî’ah tersebut menjadi kewajiban negara. 
Kata Kunci: Hasan Hanafi, maqâshid al-syarî’ah, turâts, rekonstruksi, dan negara
Penulis: Moh. Hefni
Kode Jurnal: jphukumdd110257

Artikel Terkait :