RADIKALISME DAN ETIKA BISNIS ISLAM
ABSTRAK: Dalam penelitian
literatur-literatur gerakan Islam
radikal di Indonesia ternyata kemudian
didapati disebahagian gerakan
tersebut memilki perilaku
yangb mengundang persepsi negatip, seperti eksklusifismenya kelompok
ikhwan tarbawi melahirkan prilaku
bisnis yang selalu
merugikan orang diluar
kelompoknya dan menyenangkan pada
orang didalam kelompoknya. Bagi kebanyakan
bisnis sekuler yang berorientasi
materialisme tidak sepenuhnya menggunakan etika yang benar dan komprehensif dalam
kegiatan bisnisnya. Berdasarkan
hal tersebut maka
perlu dilakukan pengkajian mengenai perbedaan antara radikalisme dan
etika bisnis dalam Islam. Pemikiran etika
bisnis Islam muncul
ke permukaan dengan
landasan bahwa Islam adalah agama
yang sempurna yang merupakan kumpulan aturan-aturan ajaran (doktrin) dan
nilai-nilai yang dapat
menghantarkan manusia dalam
kehidupannya menuju kebahagiaan hidup baik di dunia maupun akhirat.
Dalam menjalankan bisnis maka
seorang muslim berusaha bagaimana paradigma
perspektif Al-Qur’an tentang paradigma etika
bisnis yang dibangun
dan dilandasi oleh
aksioma-aksioma Islam seperti berikut
ini: kesatuan (unity); kesetimbangan
(keadilan); kehendak bebas (ikhtiyar); pertanggungjawaban;
kebenaran (kebajikan dan kejujuran) dapat menjadi landasan dalam menjalankan
bisnisnya.
Penulis: SARWO EDI
Kode Jurnal: jpakuntansidd140763