PERSEPSI PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) DI DESA SUNGAI KUNING KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Abstrak: Penelitian  ini  dilakukan  di  Desa  Sungai  Kuning  Kecamatan  Singingi  Kabupaten Kuantan Singingi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik PUS yang  tidak  ikut  dalam  Program  KB,  bagaimana  persepsi  PUS  yang  tidak  ikut  dalam Program  KB  dan  apasaja  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  PUS  tidak  ikut  dalam Program  KB.  Penelitian  ini  diberi  judul  “Persepsi  Pasangan  Usia  Subur  terhadap Program  Keluarga  Berencana  (KB)  Di  Desa  Sungai  Kuning  Kecamatan  Singingi Kabupaten  Kuantan  Singingi”.  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  PUS  yang  tidak mengikuti  Program  KB,  PUS  memiliki  anak  lebih  dari  2  orang.Pengambilan  sampel dalam  penelitian  ini  adalah  dengan  teknik  purposive  sampling.  Jumlah  populasi  yang tidak  mengikuti  Program  KB  pada  tahun  2014  yaitu  berjumlah  48  orang  PUS,  diambil sampel berjumlah 24 orang PUS yang telah mewakili dari populasi yang telah ditentukan. Metode  yang  digunakan  adalah  metode  Kuantitatif  Deskriftif.Instrument  penyaringan data  yang  digunakan  adalah  observasi  dan  wawancara.  Hasil  penelitian  secara  umum yang  dilakukan  maka  peneliti  dapat  mengatakan  bahwa  karakteristik  PUS  yang  tidak mengikuti  Program  KB  rata-rata  berumur  diatas  40  tahun,  mayoritas  pekerjaan  petani, memiliki pendapatan Rp. 1.000.000 – 2.000.000, mayoritas berpendidikan Sekolah Dasar, beragama  islam,  dominan  suku  Jawa  dan  memiliki  jumlah  anak  4-7  orang.  Kemudian dalam  penelitian  ini  persepsi  PUS  tidak  mengikuti  Program  KB  dominannya  adalah persepsi  PUS  yang  sebelumnya  pernah  ikut  serta  dalam  Program  KB  20  orang  PUS dengan  rentang tahun 3-5 tahun yang lalu, persepsi dari faktor agama yaitu agama tidak memperbolehkan  ber-KB  karena  hukumnya  haram  dalam  agama  islam,  kemudian persepsi dari faktor budaya adalah bahwa anak memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai salah  satu  penerus  turun-temurun  dalam  silsilah  keluarga,  dan  persepsi  dari  faktor  usia yaitu bahwa PUS memasuki usia yang lansia (lanjut usia) dan jika memaksa untuk tetap ber-KB  maka  kesehatannya  akan  memburuk  yaitu  badannya  sakit-sakit,  kepala  sering  pusing, berat badan tidak teratur dan juga pendarahan. Serta faktor yang mempengaruhi PUS  tidak  mengikuti  Program  KB  adalah  Faktor  Kesehatan,  sosialisasi  dari  petugas kesehatan dan faktor lingkungan fisik yaitu penyampaian informasi Program KB, faktor Ekonomi dan faktor larangan Suami.
Kata Kunci: Persepsi Pasangan Usia Subur, Tidak Ber-KB, Program Keluarga Berencana
Penulis: Sri Mulyani
Kode Jurnal: jpsosiologidd160026

Artikel Terkait :