Pengaruh Independensi, Due Professional Care dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Ankuntan Publik di Kota Padang dan Pekanbaru)
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk menguji
dan memberikan bukti
empiris tentang sejauhmana
(1) pengaruh independensi terhadap
kualitas audit, (2) pengaruh due
professional care terhadap
kualitas audit, (3)
pengaruh akuntabilitas terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan
Publik di kota Padang dan Pekanbaru. Jenis Penelitian ini adalah penelitian
kausatif. Populasi pada
penelitian ini adalah
seluruh auditor pada
Kantor Akuntan Publik
di kota Padang dan
Pekanbaru berjumlah 76
auditor. Sampel ditentukan
berdasarkan metode total
sampling, sebanyak 76 auditor
dijadikan sampel. Respondendalampenelitianiniadalahseluruhstaf auditor
yang meliputipartner,menejer, auditor
senior dan auditor junior denganjumlah 76 responden. Sumber data adalah data
primer. Metode Pengumpulan data
adalah dengan menggunakan
kuesioner yang diantar
langsung ke Kantor
Akuntan Publik di
kota Padang dan Pekanbaru. Metode
analisis data yang
digunakan adalah analisis
regresi berganda, dengan
kualitas audit sebagai variabel terikat dan variabel
independensi, due professional care dan akuntabilitas sebagai variabel bebas. Hasil Penelitian
menyimpulkan bahwa (1)
independensi tidak berpengaruh
signifikan positif terhadap kualitas audit,
dimana t hitung<
t tabel yaitu
1,344 < 2,0086
(sig0,185>0,05) sehingga hipotesis
1 ditolak, (2)
due professionalcare
berpengaruh signifikan positif
terhadap kualitas audit,
dimana t hitung
> t tabel
yaitu 3,217 >
2,0086 (sig 0,002<0,05) sehingga hipotesis 2 diterima (3)
akuntabilitas tidak berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas audit, dimana
t hitung< t
tabel yaitu -0,817
< -2,0086 (sig
0,418>0,05) sehingga hipoesis
3 ditolak. Saran
dalam penelitian ini antara
lain (1) Sebaiknya
auditor memiliki sikap
yang jujur dan
tidak terpengaruh oleh
tekanan dari rekan seprofesi
sehingga standar audit
seorang auditor harus
bersikap independen dalam
bentuk maupun fakta terpenuhi, (2) Sebaiknya auditor
meningkatkan kinerja dan lebih fokus dalam mencurahkan seluruh daya pikir dalam
melaksanakan audit dan menghasilkan kinerja terbaik.
Penulis: Reni Febriyanti
Kode Jurnal: jpakuntansidd140824