PENENTUAN PRIORITAS DALAM PENERAPAN SISTEM MUTU PADA PROSES PENGOLAHAN TEH DENGAN METODE SISTEM PAKAR
Abstrak: Kajian penerapan ISO
9001:2000 dilakukan berdasarkan penilaian pihak manajemen terkait, hal ini akan
menunjukkan tingkat penerapan standar mutu tersebut dan akan diketahui usulan
pembenahan yang perlu dilakukan.
Dalam penerapan sistem
manajemen mutu ISO
9001:2000, tingkat kesiapan Usaha Perkebunan termasuk kedalam
kategori Sedang (Fair). Hal ini berarti beberapa elemen sistem perusahaan
telah sesuai dengan
standar sistem manajemen
mutu ISO 9001:2000.
Namun demikian masih ada
bagian yang penting
dari sistem mutu
perusahaan yang belum
sesuai dengan standar tersebut atau bahkan tidak ada sama
sekali. Upaya pembenahan terhadap elemen-elemen yang dinilai belum sesuai
dapat ditempuh melalui
bimbingan dan pelayanan
para spesialis pelatihan
dan konsultan ISO 9001:2000. Klausul Sistem Manajemen Mutu memiliki
nilai perbandingan yang lebih inggi
dibandingkan dengan klausul
lain, sehingga klausul
ini menempati prioritas
utama untuk iimplementasikan. Hal
ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas akan bertumpu pada klausul Sistem Manajemen
Mutu mengingat seluruh aktivitas penjagaan mutu akan berjalan sebagaimana
mestinya apabila sistem mutunya
sudah sangat jelas.
Klausul Pengukuran, Analisis
dan Peningkatan menempati
peringkat paling akhir dalam hal kepentingannya. Namun demikian harus diingat
bahwa peringkat terbawah bukan
berarti tidak penting
dalam keseluruhan sistem
mutu ISO 9001:2000, dimana implementasi klausul ini
juga merupakan klausul yang penting karena aktivitas pengukuran, analisis dan
peningkatan sangat diperlukan
sebagai umpan balik.
Terkait klausul ini,
penerapan teknik-teknik statistik perlu ditingkatkan untuk dapat
mengetahui batas toleransi penerimaan produk atau proses
(Upper Control Limit
dan Lower Control
Limit), sehingga akan
mampu menunjukkan kemampuan
proses dan menjangkau karakteristik produk yang spesifik.
Penulis: Mochamad Yunus
Fitriady
Kode Jurnal: jpakuntansidd110193