MAKNA DAN FUNGSI ULOS DALAM ADAT MASYARAKAT BATAK TOBA DI DESA TALANG MANDI KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS
Abstrak: Ulos merupakan hasil
tenun dari wanita Batak. Ulos ini digunakan dalam setiap upacara adat pada
masyarakat Batak khususnya
masyarakat Batak Toba.
Proses pemberian ulos (mangulosi) pada masyarakat Batak
Toba ini akan
dilakukan sesuai dengan
sistem Dalihan Natolu yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam setiap upacara adat
baik didalam upacara adat Perkawinan,
upacara adat Kematian,
Tujuh Bulanan, Memasuki
Rumah Baru. Jenis-jenis Ulos
yang paling sering
digunakan dalam setiap
upacara adat seperti
dalam (a) upacara Pernikahan
adalah sebagai berikut
: Panssamot, Ulos
Holong, Ulos Sadum,
(b) Ulos dalam upacara Kematian
yaitu : Ulos Saput dan Ulos Tujung, Ulos Ragihotang, Ulos Sampetua dan Ulos
Holong (c) Ulos yang digunakan dalam
upacara Memasuki Rumah Baru yaitu : Ulos Sampetua (d)
Ulos yang digunakan
dalam upacara adat
Tujuh Bulanan yaitu
Ulos Bintang Maratur dan Ulos
Mulagabe.
Ulos pada masyarakat Batak Toba ini memiliki makna dan fungsi yang sangat
penting, Apapun acara adatnya masyarakat Batak Toba pasti mereka akan
menggunakan Ulos. Pemberian Ulos
ini menyampaikan ungkapan
rasa kasih sayang
dari Orang Tua
kepada anaknya. Dalam upacara adat Perkawinan dan Kematian
pada masyarakat Batak Toba proses pemberian Ulos ini (mangulosi) selalu diikuti dengan iringan
musik (gondang). Ulos pada masyarakat Batak Toba ini memiliki
Makna yang berbeda-beda
pada setiap kondisi
atau dalam pesta
adat apa Ulos tersebut
akan digunakan. Ulos
yang merupakan hasil
tenunan masyarakat Batak
Toba ini mempunyai nilai
jual, sehingga ulos
ini menjadi salah
satu pengahasilan tambahan
bagi para pengrajin atau
penenun Ulos yang
ingin membantu keuangan
keluarganya serta menambahi penghasilan dari
suami. Pemberian Ulos
dalam Upacara Adat
Perkawinan dan Upacara
Adat Kematian ini akan diiringi dengan musik, yang mana musiknya akan
disesuaikan dengan kondisi atau keadaan Upacara Adat yang sedang dijalankan
oleh mayarakat Batak Toba.
Penulis: Candra Agustina
Kode Jurnal: jpsosiologidd160013