KEHIDUPAN BIDUAN HIBURAN MALAM (STUDI KASUS BIDUAN KEYBOARD BONGKAR DI KECAMATAN RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU)
ABSTRAK: Ketertarikan pada hiburan
berupa musik ternyata menjadi gaya hidup, terutama hiburan musik seperti
hiburan keyboard, dan ditambah dengan adanya biduan yang yang berpakaian minim dan sangat
sexy. Dengan dipacu oleh sulitnya
mencari kerja, kemiskinan,
ketidakberdayaan, juga lemahnya
moral sehingga tak
ada pilihan lain untuk mencari nafkah selain menjadi biduanita
yang tidak diperlukan modal dan skill. Seperti remaja di Kecamatan Rengat
Kabupaten Indragiri Hulu yang rata-rata masih duduk dibangku sekolah mulai dari
SMP sampai dengan SMA yang menjadi seorang biduan. Cara berpakaiannya yang
terbuka pada saat manggung yang jauh dari norma yang berlaku. Dan sangat
disayangkan sekali dalam kasus ini peran orang tua yang seharusnya berperan
mengawasi tingkah laku
anaknya malah mendukung
tindakan tersebut, bahkan orang
tua tersebut bangga
jika anaknya menjadi
seorang biduan.
Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk
mengetahui latar belakang
kehidupan para biduan dalam
keyboard bongkar dan pandangan biduan keyboard bongkar terhadap aktivitas
hiburan malam tersebut dan apa alasan mereka bertahan.
Teori yang digunakan
adalah teori penyimpangan
sosial, teori pertukaran
dan teori perubahan sosial.
Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode sampling
purposive, pengumpulan datanya dengan cara wawancara, observasi dan studi
kepustakaan. Jumlah responden dalam penelitian iniadalah sebanyak 10 orang, 8
orang biduan dan 2 orang informan pendukung.
Berdasarkan penelitian yang
telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa yang membuat
para remaja di
Kecamatan Rengat Kabupaten
Indragiri Hulu menjadi seorang biduan
pada hiburan keyboard
kebanyakan karena masalah
ekonomi, pengaruh gaya hidup dan lemahnya pengawasan serta bimbingan
dari para orang tua, dan latar belakang
para remaja yang
menjadi biduan itu
rata berasal dari
keluarga yang ekonominya menengah kebawah. Akibatnya dari profesi yang dijalani oleh para remaja tersebut
selain mendatangkan uang untuk memenuhi kebutuhannya serta dapat menyalurkan hobi
bernyanyi mereka, profesi
itu juga mendatangkan
asumsi yang tidak baik
dari masyarakat terutama
pandangan dari para
pria yang mengang gap rendah profesi mereka tersebut.
Penulis: Ajeng Oksa Winanda
Kode Jurnal: jpsosiologidd150461