DAMPAK PENERAPAN IFRS TERHADAP KUALITAS AKUNTANSI: KAJIAN LITERATUR DI BEBERAPA NEGARA
Abstract: Dampak penerapan
IFRS menjadi diskusi hangat dikalangan akademisi. Ada dua kubu, kubu pertama
adalah mendukung IFRS dan kubu lainnya tidak mendukung dan menyatakan bahwa
standar tunggal mungkin tidak cocok untuk semua negara sehingga tidak mungkin
meningkatkan secara seragam relevansi dan reliabilitas nilai informasi
akuntansi karena perbedaan antar negara.
Dampak penerapan IFRS pada tingkat makro adalah meningkatnya investasi
asing dan partisipasi pemodal asing di pasar obligasi (Beneish, Miller and
Yohn, 2009), dan meningkatkan likuiditas pasar modal (Daske, Hail, Leuz and
Verdi, 2008). Sedangkan di tingkat perusahaan, penerapan IFRS bisa menurunkan
informasi asimetri (Daske, Hail, Leuz and Verdi, 2008), menurunkan earning
management dan meningkatkan value relevant informasi akuntansi (Barth, Landsman
and Lang, 2008). Namun, penerapan IFRS
juga menemui beberapa masalah, diantaranya adalah kompleksitas dari IFRS
(termasuk kompleksitas instrumen keuangan), sistim akuntasi yang berorientasi
pada pajak, kondisi pasar modal, tidak sufisiennya panduan penerapan IFRS untuk
pertama kalinya, kurangnya pengalaman transaksi tertentu, seperti transaksi
dana pensiun, proses penyiapan tersebut sangat mahal, rumit dan membebankan
perusahaan, penerapan IFRS tidak merendahkan biaya modal, laporan keuangan yang
berfluktuatif, dan interpretasi yang berbeda tentang standar tersebut.
Penulis: Zaitul
Kode Jurnal: jpakuntansidd110243