Analisis Struktural-Fungsional Model-model Kelembagaan Penyaluran Bantuan Pembangunan Internasional dari Emerging Economies Anggota G20

Abstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan analisis perbandingan struktur dan fungsi tiga model  penyaluran  bantuan  pembangunan  yang  diadopsi  oleh  negara-negara ‘emerging  economies’  anggota  G20.  Ketiga  model  tersebut  adalah  Model Development  Assistance  Committee  (DAC),  Model  Arab  dan  Model  SelatanSelatan.  Sebagai  negara  yang  tergolong  sebagai  emerging  economies,  Indonesia memiliki  kewajiban  moral  untuk  membantu  pembangunan  di  negara-negara berkembang,  khususnya  ‘low  income  countries’  (LICs).  Kewajiban  moral  ini menjadi  sangat  penting  terutama  setelah  Forum  G20  menyepakati  masuknya agenda  pembangunan  sebagai  komitmen  penting  bagi  anggota-anggota  G20. Dibanding dengan ‘emerging economies’ lain, Indonesia dipandang relative belum siap  menjadi  ‘emerging  donor’.  Analisis  ini  akan  membantu  pemerintah  untuk melihat  model  kelembagaan  seperti  apakah  yang  dipandang  dapat  diadopsi  oleh pemerintah  untuk  merealisasikan  komitmennya  dalam  G20.  Penelitian  ini  sangat enting  untuk  membantu  pemerintah  Indonesia  dalam  mempersiapkan pembentukan  Indonesian  Aid  (suatu  agensi  khusus  untuk  penyaluran  bantuan pembangunan ke mitra-mitra Indonesia.  Penelitian  ini  juga sangat  penting dalam dunia akademik untuk mengembangkan konsepsi peran emerging economies dalam proses tata kelola ekonomi global. Metode penelitian ini adalah kualitatif  dengan memakai pendekatan struktural fungsional. Masing-masing model akan  dilihat  dan dibandingkan  berdasarkan  karakteristik  struktur,  fungsi  dan  kewenangannya; prinsip-prinsip  dan  pendekatan  yang  diadopsi;  dan  dilakukan  assessment  atas tingkat efektivitas pemanfaatannya.
Kata kunci:  Kerjasama Pembangunan Internasional, emerging economies, negara Berkembang, G20
Penulis: Yulius Purwadi Hermawan
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd150943

Artikel Terkait :