RELASI POLITIK DALAM PANDANGAN ELITE (Studi Deskriptif Persepsi Elite Muhammadiyah Sumatera Utara terhadap Fenomena Relasi Partai Amanat Nasional dan Partai Damai Sejahtera dalam Bingkai Komunikasi Politik)

Abstract: Penelitian ini berjudul Relasi Politik Dalam Pandangan Elite (Studi Deskriptif Persepsi Elite Muhammadiyah Sumatera Utara terhadap Fenomena Relasi Partai Amanat Nasional dan Partai Damai Sejahtera dalam Bingkai Komunikasi Politik). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana elite Muhammadiyah Sumatera Utara dalam menerima dan memandang fenomena relasi politik yang terjalin antara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).
Fenomena dijalinnya relasi politik antara PAN dan PDS merupakan suatu dinamika politik yang unik, menarik, sekaligus cukup kontroversial yang pernah terjadi di sepanjang usia Indonesia. Bagaimana tidak, PAN selama ini dikenal sebagai partai yang berbasis massa Islam dengan konstituen utama dari kalangan warga Muhammadiyah. SementaraPDS merupakan partai yang kental dengan nuansa Kristen. PDS secara resmi dinyatakan tidak lolos seleksi verifikasi Pemilu 2014 pada hari kamis tanggal 2 Mei yang lalu, yang ditandai dengan ditolaknya gugatan PDS oleh Mahkamah Agung. Karena itu, agar bisa tetap memenuhi ambisi politiknya, PDS kemudian menjalin relasi politik dengan bergabung ke dalam barisan PAN. Penggabungan ini sendiri secara resmi dilakukan pada hari Jum’at tanggal 3 Mei 2013 yang lalu. Tentu saja bergabungnya kedua partai ini menjadi satu fenomena yang menarik untuk dikaji. Sebab fenomena ini akan berdampak pada konstituen masing-masing partai, termasuk kepada warga Muhammadiyah yang dalam sejarahnya selalu diidentikkan dengan partai berlambang matahari ini.
Persepsi para elite Muhammadiyah dalam berhubungan dengan PAN sebagai suatu partai politik yang mereka “bidani” kelahirannya tentu penting untuk dikaji dalam mendalami studi komunikasi politik. Sebab wibawa dan peran elite disini amat besar dan berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi politik PAN dalam meraih dukungan masyarakat yang sebesar-besarnya. Yakni dalam membangun citra dan elektabilitas yang baik di kalangan warga Muhammadiyah sebagai konstituen utama PAN. Terutama pasca terjalinnya relasi politik antara PAN dan PDS ini. Dengan demikian peneliti akan menganalisis pendapat dan sikap para elite tersebut berdasarkan aspek-aspek yang terkait dengan fenomena tersebut.Yang antara lain yakni pro kontra, akseptabilitas, elektabilitas, citra, loyalitas, komunikasi politik, dan dakwah Muhammadiyah.
Kata Kunci: Elite, Muhammadiyah, Persepsi, relasi, PAN, dan PDS
Penulis: Amir Nasution
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150369

Artikel Terkait :