MEDIA SOSIAL TWITTER SEBAGAI PEMBENTUK PEMIKIRAN POLITIK MAHASISWA ( Studi Analisis Wacana Sara Mills pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU)
Abstract: Penelitian ini
berjudul Media Sosial Twitter sebagai Pembentuk Pemikiran Politik Mahasiswa
(Studi Analisis Wacana Sara Mills pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sumatera Utara). Banyaknya media sosial yang telah
berkembang di mahasiswa dewasa ini memberikan banyak pengaruh terhadap berbagai
aspek,salah satunya politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana media sosial twitter berperan dalam pembentukan pemikiran politik
mahasiswa dan posisi media sosial twitter sebagai media informasi terutama
pengetahuan politik mahasiswa. Teori yang digunakan dan dianggap relevan dalam
penelitian ini adalah Teori Dependensi Mengenai Efek Komunikasi Massa,
Komunikasi Cyber, Konstruksi Sosial Media Massa, Komunikasi Politik dan Analisis
Wacana.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana. Subjek
dalam penelitian ini adalah mahasiswa dengan postingan tweet yang berisi
pemikiran politik (partisipasi, perilaku dan sikap politik) dan objek
penelitian adalah akun yang aktif serta di diikuti oleh peneliti. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu studi kepustakaan dengan
mengumpulkan semua data dari literatur dan bahan bacaan yang berkenaan dengan
penelitian dan studi dokumen, peneliti mengumpulkan data berupa postingan
politik dari akun twitter peneliti selama bulan Desember 2012- Maret 2013.
Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa FISIP USU.
Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis wacana Sara
Mills. Analisis ini menempatkan wacana dari posisis Subjek-Objek, posisi yang
mendefenisikan siapa yang menjadi pencerita dan digambarkan serta posisi
Penulis-Pembaca yang menampilkan bagaimana pembaca memposisikan dirinya dalam
teks. Terdapat 19 tweet dari 13 akun yang dianalisis peneliti.
Hasil penelitian adalah terlihat bagaimana mahasiswa menyampaikan
pemikirannya melalui twitter ,walaupun
menggunakan bahasa yang singkat dan sederhana tetapi makna yang dimaksudkan
dapat diterima dengan baik oleh pembacanya. Posisi subjek dan objek yang dimaksudkan
juga jelas, dan memposisikan pembacanya sebagai seorang yang paham dan setuju
akan pemikiran yang disampaikan oleh penulis. Disinilah media sosial twitter
juga terlihat sebagai media yang berperan dalam pembentukan pemikiran politik
mahasiwa tersebut.
Penulis: Dessy Anapesy N.
Sitompul
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150371