KONFLIK MASYARAKAT MENGENAI DISKURSUS PERUBAHAN ARAH KIBLAT (Studi Pada Masyarakat Desa Daup Tempapan Hulu Kecamatan Galing Kabupaten Sambas)
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat terbagi
menjadi dua kelompok dan untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi masyarakat
menjadi anggota kelompok masyarakat mesjid besar (Al-Ikhwan) dan kelompok
masyarakat mesjid kecil (Al-Hidayah). Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data
dalam penelitian ini dilakukan dengan
teknik wawancara dan teknik observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang
menjadi faktor terpecahnya masyarakat menjadi dua kelompok adalah perbedaan
persepsi masyarakat masing-masing kelompok, adanya perbedaan tingkat
pendidikan, dan adanya perbedaan organisasi Islam yaitu antara Muhammadiyah dan
Nahdatul Ulama.Berdasarkan hasil penelitian ini secara teoritis diharapkan
dapat memperluas dan memperkaya
pandangan ilmiah khususnya bagi Sosiolog yang mengkaji tentang
perubahan sosial agar dapat memberikan kontribusinya dalam diskusi-diskusi yang
lebih terbuka untuk mencari cara yang terbaik dalam mengatasi masalah konflik
masyarakat mengenai diskursus perubahan arah kiblat, khususnya yang terjadi
pada mayarakat di desa Daup Temapapan Hulu, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas.
Penulis: E S I
Kode Jurnal: jpsosiologidd150266