HEGEMONI PUNGUTAN PENDIDIKAN PADA WALI MURID
ABSTRACT: Penelitian ini
mengkaji tentang hegemoni pungutan pendidikan di SMPN 99 Shinobi Konoha.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive, yaitu menentukan informan dengan
kategori yang ditentukan oleh peneliti. Peneliti menggunakan teknik penjodohan
pola, dengan membuat perbandingan proposisi alternatif peneliti dengan bukti-bukti ilmiah maupun
dari segi teoritis. Dalam kerangka teori, peneliti menggunakan teori hegemoni
Antonio Gramsci sebagai alat analisis pungutan pendidikan pada wali murid di
SMPN 99 Shinobi Konoha. Hegemoni menerut Gramsci ialah hubungan persetujuan
dengan kepemimpinan politik dan ideologi. Hasil penelitian ini menunjukkan
pentingnya peran kaum intelektual (komite sekolah) dalam keberhasilan proses
hegemoni pungutan pendidikan yang dilakukan oleh kepala sekolah. Dalam proses
pembuatan kebijakan pungutan pendidikan kepala sekolah menekankan, bahwa pungutan
pendidikan akan digunakan untuk kebutuhan murid. Pungutan pendidikan yang
dilakukan oleh kepala sekolah bukan tanpa perlawanan dari wali murid. Dalam
penelitian ini, peneliti menemukan aktor wali murid yang menggunakan hegemoni
baru (kontra hegemoni) untuk melawan kebijakan kepala sekolah. Kontra hegemoni
yang dilakukan oleh aktor wali murid yaitu merubah cara beripikir wali murid,
bahwa dalam proses belajar-mengajar murid sudah ditanggung oleh negara.
Sehingga tidak dibenarkan apabila wali murid membayar pungutan yang dibebankan
oleh sekolah. Selanjutnya, dalam penelitian ini menemukan tingkatan hegemoni
minimum, yaitu pelaku hegemonik (kepala
sekolah) bersandar pada kesatuan ideologis dengan komite sekolah.
Penulis: DHIAN PRASETYO
Kode Jurnal: jpsosiologidd150246