UJI EFEKTIFITAS PERASAN AIR JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
ABSTRAK: Masyarakat Indonesia
telah banyak menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif bahan obat
tradisional. Salah satu bahan alami ialah jeruk nipis (Citrus aurantifolia, S).
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur
senyawa kimia yang bemanfaat, seperti asam sitrat, asam amino, minyak atsiri,.
Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab terjadinya abses. Abses
gigi merupakan pembengkakan yang berisi nanah cairan kental dan kekuningan yang
terjadi pada gigi dan ginggiva. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui
apakah perasan air jeruk nipis (Citrus aurantifolia,S) efektif terhadap
pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimental dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan kertas saring.
Perasan air jeruk nipis murni. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri
stok murni yang telah dibiakkan. Hasil penelitian didapatkan rata-rata luas
zona hambat perasan air jeruk nipis terhadap Staphylococcus aureus sebesar
735,13 mm² . Hasil perhitungan statistik dengn uji Independent T-test diketahui
p=0,036 dengan signifikansi p < 0.05 maka H1 diterima karena terdapat
perbedaan yang bermakna antara kelompok perasan air jeruk nipis dan kelompok
kontrol. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perasan air jeruk nipis memilik
efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Penulis: Sartika W. Lauma
Kode Jurnal: jpfarmasidd150125