Perbandingan Operabilitas setelah Pemberian Kemoterapi Neoadjuvant Cisplatin dan Paclitaxel-Carboplatin pada Kanker Serviks IIB di Divisi Ginekologi Onkologi RSUD Dr. Soetomo
ABSTRAK: Kanker serviks
merupakan masalah kesehatan
masyarakat terutama di
negara berkembang berpenduduk
dengan status social ekonomi rendah. Tujuan penelitian ini
adalah membandingkan operabilitas prabedah
setelah pemberian kemoterapi
neoadjuvant cisplatin dan paclitaxel-carboplatin pada
penderita dengan kanker
serviks IIB. Penelitian
ini merupakan penelitian
observasional analitik retrospektif dengan jumlah sampel 305 penderita
dari tahun 2011 sampai 2013 yang direkrut berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan
dari catatan medis
dari klinik rawat
jalan onkologi. Pemberian
rejimen kemoterapi neoadjuvant
paclitaxel-carboplatin 3x dengan dosis paclitaxel 175 mg/m2 iv/3 mgg dan
carboplatin AUC x (GFR+25) iv/3 mgg atau cisplatin sebanyak 4x dengan dosis
50 mg/m2 iv/mgg.
Keberhasilan evaluasi operabilitas
pra-bedah dianalisis dengan
uji chi square.
Tidak terdapat perbedaan penilaian
keberhasilan operabilitas (pra-operatif) pada
kelompok umur penderita
kanker serviks IIB
menurut jenis rejimen kemoterapi (p=0,670). Didapatkan
perbedaan ukuran tumor
sebelum dan setelah
kemoterapi neoadjuvant cisplatin
dan paclitaxel-carboplatin terhadap operabilitas (p=0,000). Tidak ada
perbedaan yang bermakna distribusi tipe histopatologi terhadap operabilitas penderita
pada kedua kelompok
rejimen kemoterapi neoadjuvant (p=0,537 dan
p=0,951). Didapatkan total keberhasilan evaluasi
operabilitas pra-bedah adalah
17,0%. Persentase cisplatin
yang operable adalah 15,4% dan
kelompok paclitaxel-carboplatin
adalah 18,3%. Hasil
statistik adalah p=0,537
(p> 0,05). Simpulan,
tidak ada perbedaan
yang signifikan dalam evaluasi
keberhasilan operabilitas pada kedua kelompok penelitian.
Kata Kunci: kanker serviks,
kemoterapi neoadjuvant, cisplatin, paclitaxel, carboplatin, operabilitas
Penulis: Mochamad Haries
Friyadi, Brahmana Askandar
Kode Jurnal: jpkedokterandd140531