PERBANDINGAN EFEK KOMPRES HANGAT DENGAN KOMPRES DINGIN TERHADAP INTENSITAS NYERI SAAT INSERSI JARUM PADA PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HEMODIALISIS RUTIN DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BANDUNG
Abstrak: Pasien dengan gagal
ginjal yang menjalani hemodialisis seumur hidup akan mengalamisekitar 200-300
kali tusukan jarum setiap tahunnya sehingga pasien mengalami nyeriberulang saat
insersi. Meskipun nyeri yang dirasakan pada tingkat ringan – sedang, namuntidak
sedikit pasien yang mengalami kecemasan dan ketakutan setiap akan
menghadapiprosedur hemodialisis sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidupnya.
Diperlukanupaya perawat untuk mengatasi nyeri saat insersi menggunakan cara non
farmakologisyang efektif dan efisien untuk membantu mengurangi nyeri saat
insersi. Kompres hangatdan kompres dingin merupakan cara yang sering dilakukan
untuk mengatasi menguranginyeri dalam lingkup intervensi keperawatan. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahuiperbandingan efek kompres hangat dan kompres
dingin dalam menurunkan intensitasnyeri saat insersi hemodialisis. Disain
penelitian adalah quasy experimental pre and post atime series dengan jumlah
sampel 23 orang dibatasi kriteria inklusi. Intensitas nyeri diukurmenggunakan
numeric rating scale (0-10). Kompres hangat (34°C-41°C) selama 15 menitdan
kompres dingin (10°C-32°C) selama 10 menit menggunakan hot/ice gel pack ukuran8
x 10 cm. Analisis data menggunakan wilcoxon test dan friedman test untuk mengetahuiperbedaan
intensitas nyeri setelah dilakukan kompres hangat dan kompres dingin.
Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat bermakna (P
< 0,001)dalam menurunkan intensitas nyeri pada kedua intervensi. Rata-rata
intensitas nyeri padapra intervensi 3,4783 kemudian turun setelah dilakukan
kompres hangat 2,8261 dan setelahkompres dingin 2,000. Kompres dingin
menimbulkan efek lebih tinggi dalam menurunkanintensitas nyeri dibanding
kompres hangat. Oleh karena itu, kedua intervensi yaitu kompresdingin dan
kompres hangat dapat menjadi alternatif bagi perawat di ruang hemodialisisuntuk
menurunkan intensitas nyeri saat insersi jarum secara non farmakologis.
Penuli: Santy Sanusi
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150142