PENGARUH PEMBERIAN DOSIS SERBUK BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP KEMATIAN LARVA CULEX QUINQUEFASCIATUS
ABSTRACT: Nyamuk Culex
quinquefasciatus merupakan vektor yang paling dominan dalam penyebaran penyakit
filariasis dan diidentifikasi sebagai vektor Wuchereria bancrofti tipe
perkotaan serta paling banyak membawa microfilaria di Pulau Jawa. Stadium
pra-dewasa banyak dijumpai pada comberan dengan air keruh dan kotor sekitar
rumah.
Tindakan pengendalian vektor ini dapat dilakukan dengan pemberian
insektisida terhadap larvanya (larvaciding). Diperlukan insektisida alami yang
relatif lebih murah, aman dan mudah dibuat serta dapat mengurangi pencemaran
lingkungan. Kandungan aktif dari biji pepaya yang diperkirakan memiliki
aktivitas larvasida adalah alkaloid karpaina. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh pemberian dosis serbuk biji pepaya (C. papaya) terhadap
kematian larva Cx. quinquefasciatus. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimental dengan randomized post test only control group. Sampel yang
digunakan adalah 20 ekor larva Cx. quinquefasciatus instar II akhir dan instar
III tiap-tiap dosis. Dosis serbuk biji pepaya yang digunakan adalah 0 gr
(kontrol), 0,02 gr, 0,04 gr, 0,08 gr 0,10 gr, 0,12 gr, 0,14 gr, 0,16 gr, 0,18
gr dan 0,20 gr. Presentase rata-rata kematian larva Cx. quinquefqsciqtus secara
berturut-turut adalah 0%, 61,67%, 68,33%, 81,67%, 88,33%, 100%, 100%, 100%,
100%, 100% dan 100%. Analisis regresi linier memberikan hasil pengaruh yang
positif dan signifikan sebesar 0,787 dengan p-value sebesar 0,003 pada taraf
kesalahan 5% dan persamaan regresi liniernya yaitu : Y = 45,606 + 362,118 X.
Dari penelitian yang dilakukan pengaruh pemberian dosis serbuk biji
pepaya (C. papaya) terhadap kematian larva Cx. quinquefasciatus.
Penulis: Risna Endah Budiati,
Rusdiyono
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150186