Pengaruh Paparan Partikulat Jelaga terhadap Kejadian Apoptosis Plasenta pada Mekanisme Molekuler Gangguan Kebuntingan Tikus (Rattusnovergicus)
ABSTRAK: Pencemaran udara yang
berasal dari produk sisa pembakaran diketahui dapat mempengaruhi kesehatan
maternal perinatal melalui berbagai
mekanisme. Jaringan plasenta dapat
dijadikan indikator terjadinya
peningkatan nekrosis dan
apoptosis sel. Hal inilah yang berperan
pada malinfasi trofoblas
sehingga remodeling arteri
spiralis uterus maternal
menjadi terganggu dan
peningkatan apoptosis sel menyebabkan
penurunan ekspresi anti-apoptosis Bcl-2
sehingga ekspresi Bax
berlebih. Penelitian ini menggunakan rancangan post
test only control
group design. Sampel
diambil secara acak. Variabel independen adalah jelaga (carbon black powder). Variabel dependen adalah ekspresi
anti-apoptosis Bcl-2 dan
Bax. Analisis data
untuk mengetahui perbedaan
kelompok kontrol, kelompok perlakuan
dosis 532mg/m³ dan
1064mg/m³ dengan lama
paparan 4 jam
dan 8 jam
terhadap ekspresi anti apoptosis Bcl-2 dan pro-apoptosis Bax,
Bcl-2/Bax pada plasenta tikus bunting usia kebuntingan ke hari ke 18 pada
masing-masing kelompok perlakuan dilakukan
dengan uji One
Way Anova. Hasil
analisis perbedaan antara kelompok perlakuan
Bax dengan uji statistik One-Way Anova menunjukan p=
0,007<0,05, ada perbedaan bermakna ekspresi Bcl-2 antar kelompok perlakuan.
Hasil analisis perbedaan antar
kelompok perlakuan Bcl-2
dengan uji statistik
One Way Anova
menunjukan p= 0,009< 0,05, ada perbedaan bermakna
ekspresi Bax antar kelompok perlakuan. Hasil analisis perbedaan antar kelompok
perlakuan Bcl-2/Bax dengan uji statistik One Way Anova menunjukan p=
0,011<0,05, ada perbedaan bermakna ekspresi Bcl-2/Bax antar kelompok
perlakuan. Hasil analisis perbedaan antar kelompok perlakuan Caspase 8 dengan
uji statistik One Way Anova menunjukan p= 0,061<0,05, tidak ada perbedaan
bermakna ekspresi Caspase 8 antar kelompok perlakuan. Hasil analisis perbedaan
antar kelompok perlakuan Caspase 3 dengan uji statistik One Way Anova
menunjukan (p= 0,183<0,05) tidak ada perbedaan bermakna ekspresi Caspase 3 antar
kelompok perlakuan.
Penulis: Erry Gumilar Dachlan,
Budi Santoso
Kode Jurnal: jpkedokterandd140535