Pengaruh Genistein terhadap Ekspresi Reseptor Estrogen α & β pada Kultur Sel Endometriosis
ABSTRAK: Terapi genistein
dikembangkan karena bersifat anti-estrogenik, berfungsi sebagai antioksidan,
inhibitor proliferasi, dan anti-kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk
membuktikan pengaruh pemberian genistein terhadap ekspresi Reseptor Estrogen α
(RE-α) dan Reseptor Estrogen β (RE-β) pada kultur sel endometriosis. Desain
penelitian ini menggunakan studi eksperimental, yang dilakukan di Laboratorium
Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Menggunakan
jaringan endometriosis yang diambil dari pasien
endometriosis melalui laparoskopi,
kemudian dilakukan kultur
sel hingga konfluen.
Kelompok kultur dibagi
menjadi 7 kelompok, yaitu :
kontrol, kultur +
genistein 5μM/L, kultur
+ genistein 10μM/L,
kultur + genistein
20μM/L, kultur +
genistein 30μM/L, kultur + genistein 40μM/L, kultur + genistein 50μM/L dengan
waktu inkubasi 6 jam, 24 jam dan 48 jam. Ekpresi RE-α & RE-β diperiksa
dengan menggunakan flowcytometri. Data hasil pengamatan di analisis dengan uji
ANOVA dan uji regresi. Terdapat perbedaan
yang bermakna (p
< 0,05) ekspresi
RE-α dan RE-β antara
kelompok kontrol dengan
kelompok perlakuan. Pemberian genistein dosis 50μM/L menunjukkan
nilai rerata ekspresi RE-α (2.15±1.42 %) & RE-β (4.00±3.54 % ) terendah
dibandingkan dosis lain. Waktu inkubasi 24 jam dapat menurunkan ekspresi RE-α
(0.85±0.39 %) & RE-β
(1.78±0.6 %) paling rendah. Simpulan, Ada pengaruh pemberian genistein
terhadap ekspresi RE-α dan RE-β pada kultur sel endometriosis.
Penulis: Rahayu Khairiah,
Sutrisno, Sanarto Santoso
Kode Jurnal: jpkedokterandd140538