PENENTUAN DURASI PEMBERIAN LOW-MOLECULAR-WEIGHT HEPARIN SECARA SUBKUTAN PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT UNTUK MENGURANGI KEJADIAN DAN LUAS MEMAR
Abstrak: Penggunaan
Low-Molecular-WeightHeparin(LMWH) secara subkutan telah direkomendasikan pada penatalaksanaan
Sindroma Koroner Akut. Namun efek samping pemberian LMWH berupa memar terlihat
pada 20,6 % sampai 88,9 % (de Campos, da Silva, Beck, Secoli & de Melo
Lima, 2013). Perlu diketahui durasi terbaik penyuntikan LMWH secara subkutan
yang dapat diaplikasikan dengan kejadian dan luas memar yang rendah. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan kejadian dan luas memar
setelah 48 jam pada lokasi penyuntikan LMWHsecara subkutan pada pemberian
dengan durasi 10 detik dengan durasi 20 detik. Penelitian quasi eksperimental
dengan pendekatan posttest only Equivalen control group design ini dilakukan diPusat
Jantung Regional RS Dr M Djamil Padang. Sampel adalah 35 orang penderita
Sindroma Koroner Akutyang mendapat terapi LMWH. Variabel independen adalah
penyuntikan LMWH secara subkutan dengan durasi 10 detik dan dengan durasi 20
detik sedangkan variabel dependen adalah kejadian dan luas memar pada area penyuntikan
LMWH secara subkutan setelah 48 jam. Analisa data dilakukan secara deskriptif
dan denganmenggunakan uji Mann-Whithney. Derajat kemaknaan secara statistic
ditetapkan pada nilai p=0,05. Hasil penelitian menunjukkan 54,29% responden
dengan durasi penyuntikan 10 detik mengalami memar (2,86%mengalami memar besar)
dibandingkan dengan 28,57% responden dengan penyuntikan 20 detik mengalami memar
(2,86% mengalami memar besar). Terdapat perbedaan bermakna kejadian dan luas
memar pada kedua kelompok (p=0,013). Durasi injeksi 20 detik dapat mengurangi
kejadian dan luas memar pada penyuntikan LMWH secara subkutan.
Penulis: Emil Huriani, Dwi
Novrianda
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150149