Peluang Baru Pemberian Kortikosteroid Sebagai Terapi pada Kasus Preeklampsia
ABSTRAK: Preeklampsia masih
merupakan penyebab mortalitas
dan morbiditas pada
kehamilan. Salah satu
etiologi memburuknya kondisi preeklamsi adalah melalui proses
inflamasi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh metilprednisolon
terhadap ekspresi GRE sebagai
indikator anti inflamasi
endotel pada mencit
model preeklamsia. Penelitian
ini merupakan penelitian
eksperimental laboratorium
pada mencit coba
dengan rancang bangun
cross sectional. Dilaksanakan
di Laboratorium Hewan
Percobaan danLaboratorium in
vitro Fakultas Kedokteran
Hewan Universitas Airlangga.
Subyek penelitian dibagi
dalam tiga kelompok
secara acak, kelompok pertama
terdiri dari mencit
bunting biasa sebagai
kontrol (KI). Kelompok
kedua adalah kelompok
mencit model preeklamsia dengan
diberikan injeksi Anti Qa-2 agar terjadi iskemia plasenta(KII). Kelompok ketiga
adalah kelompok mencit model preeklamsia yang diberikan injeksi Anti Qa-2 dan
dilanjutkan dengan diberikan metilprednisolon 2x0,5mg/kgbb dan 2x0,25mg/kgbb (KIII).
Dilakukan pengambilan sampel jaringan endotel arteri uterina, untuk mengetahui
perbedan ekspresi GRE. Dari uji statistikAnova
didapatkan perbedaan bermakna
gambaran ekspresi GRE
antara ketiga kelompok
dengan p =
0,0001 (p<0,05). Dengan menggunakan uji statistik Anova,
pada kelompok KI terdapat ekspresi GRE
yang lebih tinggi secara bermakna, bila dibandingkan kolompok KII, dengan nilai
p = 0,0001 (p<0,05). Untuk kelompok KI dan KIII tidak ada perbedaan ekspresi GRE, didapatkan nilai p = 0.09
(p>0,05). Pada kelompok KII terdapat
ekspresi GRE yang lebih rendah secara bermakna, dibandingkan dengan
kelompok KIII, dengan nilai
p = 0.002
(p<0,05). Kesimpulan: Pemberian
metilprednisolon berpengaruh signifikan
terhadap peningkatan indikator anti
inflamasi endotel mencit
model preeklamsia dan
memungkinkan peluang terapi
baru pada preeklamsia.
Penulis: Yayuk Widaningrum,
Ernawati, Widjiati
Kode Jurnal: jpkedokterandd140527