KEKERASAN DALAM PACARAN DAN GEJALA DEPRESI PADA REMAJA

Abstrak:  Fenomena kekerasan dalam pacaran menunjukkan peningkatan prevalensi dan dampaknya yang signifi kan pada perkembangan remaja terutama pada kesehatan mental. Penelitian mengenai dampak kekerasan dalam pacaran terhadap terhadap munculnya gejala depresif pada remaja penting dilakukan sebagai upaya pencegahan timbulnya gangguan psikologis yang lebih buruk. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara kekerasan dalam pacaran dengan gejala depresif yang dialami remaja. Penelitian ini dilakukan pada remaja laki-laki dan perempuan dengan kriteria pernah atau sedang berpacaran, pernah mengalami kekerasan dalam pacaran, dan berusia di antara 15-19 tahun. Adapun subjek penelitian yang menjadi sampel adalah 69 orang dengan distribusi responden laki-laki 28 orang dan responden perempuan sebanyak 41 orang. Variabel kekerasan dalam pacaran diukur dengan alat ukur yang diterjemahkan dari Confl ict in Adolescent Dating Relationships Inventory (CADRI), sedangkan alat ukur gejala depresi dengan menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI II).Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik korelasi Spearman, dengan tingkat kepercayaan α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai signifi kansi kekerasan dalam pacaran dengan gejala depresi adalah = 0,756 (p < 0,05.) Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa terdapat hubungan antara kekerasan dalam pacaran dengan gejala depresi pada remaja SMA X di Kota Surabaya.
Kata kunci: remaja, kekerasan dalam pacaran, gejala depresi
Penulis: Ni’mah Rahmawati Nurislami, Rachmat Hargono
Kode Jurnal: jpkesmasdd140323

Artikel Terkait :