KARAKTERISTIK AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DI DESA GRINGGING, SAMBUNGMACAN, SRAGEN
Abstrak: Akseptor kontrasepsi
suntik di Indonesia menempati urutan pertama, dalam penggunaan kontrasepsi
suntik petugas kesehatan harus menjelaskan efektifitas, keuntungan, kerugian,
indikasi dan kontraindikasi pada calon akseptor KB suntik. Efektifias kontrasepsi
suntik adalah (99%) dan (100%) dalam mencegah kehamilan. Hasil Survey Demografi
dan Kependudukan Indonesia (SDKI) di Jawa Tengah pada tahun 2007, menunjukkan
bahwa pemakaian kontrasepsi suntik adalah cara yang paling umum dipakai oleh
wanita.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran karakteristik akseptor
kontrasepsi suntik DMPA di Desa Gringging, Sambungmacan, Sragen. Metode
penelitian: Dengan menggunakan observasional deskriptif. Rumus analisa data
yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan purposive sampling pada 36 responden akseptor suntik
DMPA. Hasil penelitian: Karakteristik akseptor suntik DMPA sebagian besar usia
20-35 tahun, berpendidikan dasar, pekerjaan petani, penghasilan < Rp.500.000,
mempunyai dua anak atau lebih, umur anak terkecil dua tahun atau lebih dan lama
penggunaan kontrasepsi kurang dari dua tahun atau lebih dari dua tahun adalah
sama. Simpulan: Mayoritas responden adalah usia reproduksi yaitu umur 20-35
tahun, berpendidikan rendah, status sosial cukup , mempunyai dua anak atau
lebih, umur anak terkecil dua tahun atau lebih dan lama penggunaan kontrasepsi
kurang dari dua tahun atau lebih dari dua tahun adalah sama.
Penulis: Nika Wahyuningsih,
Enny Yuliaswati, Rina Sri Widayati
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150190