IDENTIFIKASI CIDERA OLAHRAGA ATLET BADMINTON USIA ANAK DAN REMAJA SEBAGAI BENTUK EVALUASI PROGRAM LATIHAN
Abstract: Bulutangkis
merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang memiliki karakteristik
gerakan yang bersifat explosive, cepat dan menuntut terjadinya kontraksi terus
menerus khususnya pada otot di persendian bahu, pinggang, lutut sampai dengan
persendian ankle dan kaki (Jorgensen et al, 2010). Karaktersiktik gerakan
seperti itu yang menjadikan badminton merupakan salah satu cabang olahraga yang
memiliki jumlah insedensi cedera yang cukup tinggi. Meningkatnya jumlah atlet
badminton yang mengalami permasalahan dengan cedera/drop-out pada usia
anak-anak dan remaja, ditambah dengan minimnya pengetahuan tentang pola
penatalaksanaan pencegahan dan perawatan cedera yang dimiliki pelatih,
menjadikan faktor ini tergolong sebagai salah satu penyebab ketidakberhasilan
program pembinaan jangka panjang bagi para atlet pemula (Kusuma et al, 2012).
186 atlet di University Sport-Club usia 10-17 tahun diperiksa dan diukur
tingkat ruang gerak persendian (ROM) menggunakan metode visual analog scale
(VAS), identifikasi sifat dan tingkat cedera dengan menggunakan Badminton
Injury Questionnaire (BIQ), serta dicatat juga tinggi dan berat badan, usia
latihan, frekuensi latihan, jenis cedera, lokasi terjadi, penyebab, frekuensi
kejadian, keparahan cedera, jenis pengobatan, biaya pengobatan, dan lama
pemulihan cedera. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui insidensi jenis
cedera olahraga pada pemain bulutangkis usia anak-anak dan remaja, penyebab
serta memberikan evaluasi beban latihan sekaligus rekomendasi kepada pelatih
tentang pola penatalaksanaan cedera olaharga yang benar.
Penulis: MNH Kusuma,
Dreissigler T, Polner S, Kruger L, Altmann K
Kode Jurnal: jpkesmasdd140350