Ekspresi GDF9 dan Kadar Estrogen pada Rattus norvegicus Model Sindroma Ovarium Polikistik Pasca Injeksi Stem Cell Red Bone Marrow
ABSTRAK: Pemanfaatan stem
cell untuk pengobatan
berbagai macam penyakit
meningkat dalam beberapa
dekade terakhir ini.
Rat Bone Marrow Stem Cell (RBMSC)
dimanfaatkan untuk terapi karena stem cell ini mempunyai kemampuan
mengekspresikan gen atau sel tertentu dalam tubuh. Sindroma Ovarium Poli Kistik
(SOPK) merupakan kelainan endokrin yang paling sering dijumpai pada wanita usia reproduksi.
Pada kasus SOPK,
pemberian RBMSC mampu
memperbaiki proses folikulogenesis. Penelitian
ini bertujuan memanfaatkan Stem
Cell untuk pengobatan
SOPK melalui perbaikan
folikulogenesis sehingga mampu
meningkatkan fertilitas. Manfaat
penelitian ini adalah inovasi baru pemanfaatan stem cell untuk terapi SOPK.
Penelitian ini meliputi pembuatan tikus model SOPK, pemeriksaan swab vagina
untuk mengetahui status reproduksi tikus model SOPK, penyiapan kultur Rat Bone
Marrow Stem Cell dari sumsum
tulang tikus, terapi
tikus model SOPK
dengan Rat Bone
Marrow Stem Cell
secara intravena pada
ekor, pemeriksaan swab vagina tikus model SOPK setelah terapi Rat Bone
Marrow Stem Cel, pemeriksaan ekspresi GDF 9 dengan metode immunohistokimia dan
pemeriksaan kadar estrogen dengan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukan bahwa
siklus birahi tikus model SOPK kelompok setelah diterapi dengan RBMSC bisa
kembali subur karena banyak yang mencapai fase estrus dan proestrus, ekspresi
Growth Differentiantion Factor 9 (GDF 9)
meningkat dibandingkan kelompok
control dan kadar estrogen
kelompok perlakuan lebih tinggi
dari kelompok kontrol.
Kesimpulan dari penelitian
ini pemberian RBMSC
pada tikus model
SOPK dapat memperbaiki kesuburan,
meningkatkan ekspresi GDF 9 dan kadar estrogen.)
Kata kunci: Sindroma Ovarium
Poli Kistik, Rat Bone Marrow Stem Cell, Growth Differentiantion Factor 9 (GDF
9), estrogen
Penulis: Budi Santoso, Agus
Sulistyono
Kode Jurnal: jpkedokterandd140540