AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI DIKLOROMETAN HERBA SISIK NAGA (Drymoglossum piloselloides) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus epidermidis
Abstract: Salah satu faktor
utama penyebab diare adalah kolonisasi bakteri Escherichia coli sedangkan
penyebab infeksi kulit adalah kolonisasi bakteri Staphylococcus epidermidis . Drymoglossum
piloselloides telah banyak diteliti aktivitasnya sebagai antibakteri. Tujuan
dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi
hambat minimal fraksi diklorometan herba sisik naga. Simplisia dimaserasi
menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh di fraksinasi
menggunakan pelarut n-heksan. Kemudian difraksinasi lagi menggunakan
diklorometan. Fraksi diklorometan herba sisik naga dibuat menjadi 3 seri konsentrasi
yaitu 0,5%; 1% dan 2,5%. Kontrol positif yang digunakan adalah siprofloksasin 50g/ml,
sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 15%. Pengujian aktivitas antibakteri
fraksi dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan rata
– rata diameter zona hambat ekstrak metanol 1%; fraksi diklorometan herba sisik
naga konsentrasi 0,5%; 1% dan 2,5% terhadap bakteri E. coli masing - masing
9,750 ± 2,250; 11,166 ± 5,076; 12,000 ± 3,929 dan 15,916 ± 3,125 mm, sedangkan
terhadap bakteri S. epidermidis masing – masing 10,410 ± 1,376; 9,250 ± 0,750;
11,160 ± 2,126 dan 15,333 ± 2,184 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa fraksi
diklorometan herba sisik naga konsentrasi 2,5% pada bakteri E. coli dan S.
epidermidis memberikan efek antibakteri yang paling optimal dan berbeda
bermakna dibandingkan dengan kontrol positif (p<0,05). Sedangkan,
konsentrasi hambat minimal fraksi diklorometan herba sisik naga yaitu pada konsentrasi
0,5%
Kata Kunci: Drymoglossum
piloselloides, Escherichia coli, kadar hambat minimal dan Staphylococcus
epidermidis
Penulis: Yashinta
Kode Jurnal: jpfarmasidd150176