REVIEW FISIBILITAS KULTUR ANTHRAL FOLIKEL SEBAGAI SUMBER SEL OOSIT IN VITRO KAMBING DARI PRODUK SAMPING RUMAH POTONG HEWAN

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ketersediaan sumber sel gamet betina (oosit) immature kambing yang diperoleh dari rumah potong hewan yang dapat dimanfaatkan untuk in vitro maturasi (IVM). Isolasi oosit immature menggunakan  preanthral folikel untuk selanjutnya dilakukan kultur in vitro folikel dan kemudian  dievaluasi perolehan ovari, folikel dan perkembangan oosit in vitro...
Metode Penelitian adalah percobaan laboratorium. Materi yang digunakan adalah folikel yang diisolasi dari ovarium yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Kambing. Perlakuan adalah P0: kultur folikel kambing pra pubertas medium TCM199 tanpa +FSH,  P1: kultur folikel kambing pra pubertas , medium TCM 199  +  FSH. P2: folikel  kambing  dewasa , TCM 199 tanpa  suplementasi FSH.dan P3: folikel  kambing  dewasa , TCM 199 + suplementasi FSH. Variabel yang diamati adalah; (1) perolehan jumlah ovarium/hari,   (2)  jumlah folikel terisolasi/ovarium dan % kebergasilan oosit yang  mature.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa  rata-rata perolehan rataan per ovary pada pra pubertas adalah  4.32 + 0.54  sedangkan pada  kelompok kambing dewasa adalah 5.19 + 1.99. Nilai perolehan folikel masing-masing kelompok umur adalah pra pubertas 21.00 + 7.14 sedangkan dewasa kelamin adalah 42.29 + 5.77. Kesimpulan  sistem kultur  folikel invitro  merupakan system yang sangat rumit, dengan problem paling besar adalah masalah kontaminasi sel, mengingat waktu kultur yang sangat lama. Disarankan  perlu dilakukan penelitian-penelitian pendahuluan untuk optimasi sistem kultur dan masih diperlukan pencarian medium dan suplmenantasi hormonal yang lebih sesuai untuk kultur folikel ternak kambing lokal.
Kata-kata Kunci:  Oosit, Maturasi in vitro (IVM), Preanthral folikel, kambing
Penulis: G Ciptadi, Budi Siswanto, Sri Rahayu, M. Z.Fadli Fadli, N Humaidah
Kode Jurnal: jppeternakandd110164

Artikel Terkait :