PRODUKTIVITAS KAMBING HASIL PERSILANGAN ANTARA PEJANTAN BOER DENGAN INDUK LOKAL (PE) PERIODE PRASAPIH
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis performan produksi kambing hasil
persilangan antara pejantan kambing Boer dengan induk kambing Lokal di
Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi peternak
kambing maupun pemerintah yang berkeinginan mengembangkan kambing Boer dan atau
keturunannya. Dari 630 ekor anak kambing hasil persilangan Boer dengan Lokal
(PE) yang di lahirkan, diamati litter size, berat lahir, dan berat sapih (3
bulan). Analisis data dilakukan secara deskriptif, hasilnya adalah rata-rata
litter size 1,54+0,58 ekor; rata-rata berat lahir anak tunggal, kembar dua,
tiga dan empat berturut-turut adalah
3,56+0,69 kg, 2,88+0,61, 2,63+0,43
dan 1,4+0,32 kg; rata-rata berat lahir jantan adalah 3,26+0,72 kg dan
betina 3,09+0,74 kg. Rata-rata berat sapih anak kelahiran tunggal, kembar dua,
tiga dan empat adalah 16,4+3,8 kg, 12,47+3,32 kg, 10,51+2,41 kg dan 8,93+3,04
kg, sedangkan rata-rata berat sapih jantan 14,28+4,24 kg dan betina 12,86+3,6
kg. Rata-rata pertambahan berat badan (PBB) untuk periode pra sapih adalah
122,97+43,68 g/hari untuk jantan dan 108,16+36,35 g/hari untuk yang
betina. Sedangkan untuk kelahiran
tunggal, kembar dua, tiga dan empat berturut-turut adalah 141,2+41,82 g/hari,
105,93+34,78 g/hari, 87,71+25,27 g/hari dan 83,87+30,36 g/hari. Dari
hasilpenelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa Litter size, berat lahir,
berat sapih dan PBB kambing hasil persilangan Boer dan Lokal (PE) lebih tinggi
bila dibandingkan dengan kambing Lokal (PE).
Penulis: Moch Nasich
Kode Jurnal: jppeternakandd110172