Pengaruh Suplementasi Selenium Organik (Se) dan Vitamin E terhadap Performa Itik Pegagan
Abstract: Salah satu upaya
untuk meningkatkan produksi telur itik adalah dengan perbaikan kualitaspakan
melalui penambahan vitamin dan mineral yang dapat mendukung peningkatan
performa itik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan
selenium organik dan vitamin Edalam pakan yang menghasilkan performa optimal
pada itik pegagan. Ternak yang digunakan padapenelitian ini adalah 48 ekor itik
pegagan betina berumur 5 bulan yang dibagi ke dalam 8 perlakuandengan 3
ulangan, tiap ulangan terdiri dari 2 ekor itik. Perlakuannya adalah 4 level Se
(0 ppm, 0.2ppm, 0.4 ppm dan 0.6 ppm) dan 2 level vitamin E (0 dan 50 ppm).
Sebagai kontrol adalah ransumtanpa suplementasi selenium organik dan vitamin E.
Ransum yang digunakan pada penelitian inimenggunakan bahan baku pakan lokal
yang difermentasi, kemudian disuplementasikan seleniumorganik dan vitamin E
kedalam ransum. Data perlakuan yang diperoleh dari percobaan dianalisadengan
menggunakan analisa ragam (analyses of variance/ANOVA) RAL faktorial dan jika
datayang dihasilkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan.
Suplementasi seleniumorganik, vitamin E serta kombinasinya menunjukkan pengaruh
yang nyata terhadap produksi teluritik pegagan, tetapi tidak berpengaruh nyata
terhadap konsumsi dan konversi ransum. Suplementasiselenium dan vitamin E yang
memberikan performa terbaik yaitu pada kombinasi level 0.2 ppmselenium dan 50
ppm vitamin E, kombinasi tersebut mempunyai jumlah produksi telur
tertinggidibanding dengan semua perlakuan yaitu 3.80 kg. Hasil penelitian ini
disimpulkan bahwasuplementasi selenium organik dan vitamin E secara keseluruhan
memberikan performa yang lebihbaik dibandingkan dengan perlakuan kontrol yang tanpa
disuplementasi selenium dan vitamin E.
Penulis: F.N.L Lubis, R.
Alfianty, E. Sahara
Kode Jurnal: jppeternakandd150150