PENGARUH IRRADIASI SINAR GAMMAPADA PERTUMBUHAN KALUSDAN TUNAS TANAMAN GANDUM (TRITICUM AESTIVUM L.)
ABSTRACT: Tujuan utama
pemuliaan tanaman adalah memperbaiki varietas yang sudah ada guna mendapatkan
varietas yang lebih baik atau unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui kisaran Lethal Dosis 20 (LD20) dan 50 (LD50) pada kalus gandum
varietas Dewata yang diradiasi sinar gamma. Keberhasilan perlakuan irradiasi
sinar gamma sangat ditentukan oleh sensitivitas genotipe tanaman. Penelitian
ini dilakukan mulai bulan Juli-Desember 2011 di Laboratorium kultur BB-Biogen
dan PATIR BATAN. Percobaan disusun secara faktorial dalam lingkungan Rancangan
Acak Lengkap 1 x 4, dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah genotipe gandum
Dewata. Faktor kedua adalah dosis irradiasi sinar gamma yaitu 0; 7,5; 15; 22,5;
dan 30 Gy. Peubah yang diamati pertumbuhan kalus dan persentase tumbuh tunas.
Data dianalisis menggunakan Program SAS 9.1. LD20 dan LD50
ditentukan menggunakan Program Best Curve-fit Analysis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dosis irradiasi berpengaruh nyata terhadap penghambatan
pertumbuhan kalus gandum. Persentase hiduptunasmenurun sejalan dengankenaikan
dosis irradiasi.Kelangsungan hiduptunasmenurun drastis bahkan tidak tumbuh sama
sekali dan berwarna albino pada dosis 30 Gy. Persentase hidup tunas tertinggi
pada dosis 15 Gy. Persentase tumbuh kalus tertinggi terdapat pada dosis 7,5 Gy.
Semakin tinggi dosis iradiasi yang digunakan, maka persentase tunas yang tumbuh
semakin sedikit atau daya regenerasi semakin rendah. Peningkatan keragaman
genetik kalus gandum terdapat pada perlakuan irradiasi antara LD 20 dan LD 50
yaitu dosis iradiasi sinar gamma 15 – 22.5 Gy. Model
dosis lethal terbaik untuk pertumbuhan kalus berbentuk kuadratik dengan
persamaan Y = 86,28 – 6,47 x + 0,13
x2, LD20 = 0,99 Gy dan LD50 = 6,41 Gy.
Sedangkan untuk persentase kalus yang bertunas dan mampu bergenerasi mempunyai
persamaan berdasarkan persentase tumbuh kalus Y = 100,28 – 0,87x - 0,05 x2,
LD20 = 13,14 Gy dan LD50 = 24,00 Gy.
Penulis: Laela Sari, Agus
Purwito, Didy Sopandie, Ragapadmi Purnamaningsih, dan Enny Sudarmanowa
Kode Jurnal: jppertaniandd150153