Optimalisasi Jangka Menengah PLTA Memperhatikan Ketersediaan Air Menggunakan Linear Programming
Abstract: Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA) merupakan jenis pembangkit yang memanfaatkan tenaga jatuh air
untuk menghasilkan energi listrik. Salah satu masalah operasi PLTA adalah
pasokan air dan ketersediaan air yang terbatas dan dapat disimpan dalam
reservoir atau kolam tando. Keterbatasan ini akan mempengaruhi energi listrik
yang dapat dibangkitkan oleh PLTA. Penelitian ini menyajikan metodologi
optimalisasi operasi jangka menengah PLTA untuk memaksimalkan energi yang
dihasilkan PLTA dengan memperhatikan ketersediaan air di reservoir sebagai
batasan operasinya. Permasalahan optimasi operasi PLTA ini diformulasikan ke
dalam model Linear Programming dan diselesaikan dengan software optimasi
Tomlab. Simulasi menggunakan data debit PLTA Ketenger Baturaden pada bulan Juni
2013 menunjukkan bahwa metode ini dapat memecahkan permasalahan optimalisasi
operasi PLTA dengan baik. Berdasarkan hasil simulasi dengan periode 720 jam (1
bulan) energi listrik total yang dapat dihasilkan adalah sebesar 2990,8 MWh.
Nilai ini lebih besar 69,6 MWh (2,3%) jika dibandingkan dengan kondisi real
energi listrik di bulan Juni sebesar 2921,2 MWh.
Penulis: Winasis Winasis, Hari
Prasetijo, Giri Angga Setia
Kode Jurnal: jptlisetrodd140098