Kesesuaian Tanaman Ganyong (Canna indica L.), Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson), dan Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) pada Agroforestri Perbukitan Menoreh
Abstrak: Penelitian betujuan
untuk 1) mendapatkan kelas kesesuaian lahan tanaman ganyong, suweg dan ubi
kayu, dan 2) mendapatkan kadar amilum yang dihasilkan oleh ganyong, suweg dan
ubi kayu dalam sistem agroforestri pada beberapa zona ketinggian Pebukitan
Menoreh. Penelitian dilakukan dengan metode survei berdasarkan strata
ketinggian (stratified random sampling) pada tiga zona di Kecamatan Samigaluh,
Kabupaten Kulon Progo, yaitu zona bawah (300-500 mdpl), tengah (500-700 mdpl),
dan atas (700-900 mdpl). Pengamatan dilakukan terhadap variabel iklim mikro,
karakter fisika dan kimia tanah serta kandungan amilum dalam umbi ganyong,
suweg dan ubi kayu. Kelas kesesuaian lahan menurut FAO dan Sys ditentukan
dengan pendekatan analisis mempautkan yaitu membandingkan syarat tumbuh tanaman
dengan kualitas lahan menggunakan tabel matching. Hasil penelitian memberikan
informasi bahwa menurut sistem FAO, ganyong memiliki sub kelas kesesuaian lahan
aktual N1mpada ketiga zona, serta sub kelas kesesuaian lahan potensial S3mdi
zona bawah dan S3wm di zona tengah dan atas. Suweg memiliki sub kelas
kesesuaian lahan aktual S3m pada zona bawah dan tengah, serta N1mpada zona
atas. Sub kelas kesesuaian lahan potensial untuk suweg adalah S3m di zona bawah
dan atas, serta S2m di zona tengah. Ubi kayu memiliki sub kelas kesesuaian
lahan aktual N1mpada ketiga zona, dan sub kelas kesesuaian lahan potensial
S3mdi zona bawah dan S3m di zona tengah serta atas. Urutan kesesuaian lahan
menurut Sys untuk masing-masing komoditas adalah zona tengah-bawah-atas. Kadar
amilum ganyong, suweg dan ubi kayu pada ketiga zona tidak berbeda nyata.
Penulis: Halim Wicaksono, Eka
Tarwaca Susila Putra, dan Sri Muhartini
Kode Jurnal: jppertaniandd150163