EVALUASI METODE PENGUKURAN KONDISI ISOLATOR DALAM KEADAAN BERTEGANGAN JARINGAN 500 KV PENGHANTAR UNGARAN – MANDIRANCAN II TOWER 470

ABSTRAK: Sistem transmisi menghantarkan energi listrik dalam tegangan yang sangat tinggi untuk jarak yang  sangat  jauh.  Tegangan  yang  sangat  tinggi  dengan  arus  beban  yang  besar  pula,  menyebabkan semakin besar kemungkinan isolator yang menahan besarnya beban mekanis dan pejanan elektris terus menerus  untuk  mengalami  kerusakan.  Hal  ini  ditambah  lagi  dengan  pengaruh  alam  dan  lingkungan disekitarnya. Saat ini, pemeliharaan dan penggantian isolator dapat dilakukan dalam jaringan tanpa padam, tetapi  sebelum  memulai  pelaksaannya,  integritas  mekanis  dan  elektris  dari  isolator  perlu dikonfirmasikan  terlebih  dahulu.  Melalui  inspeksi  secara  visual  dapat  diketahui  kerusakan  fisik  dari isolator  tetapi  tidak  dengan  integritasnya  secara  elektris.  Untuk  keperluan  ini,  telah  banyak dikembangkan berbagai perangkat pengukuran yang mampu mengukur kondisi isolator dalam kondisi jaringan tanpa padam (energize). Beberapa diantaranya dapat digunakan hingga tegangan 765 kV. Ada  dua  macam  perangkat  pengukuran  yang  secara  umum  telah  digunakan  di  Indonesia dengan dua macam  metode kerja yang berbeda, antara lain Isolometer dan Positron Insulator Tester. Isolometer  bekerja  berdasarkan  metode  pengukuran  beda  potensial  yang  melintasi  sebuah  isolator, sedangkan  Positron  Insulator  Tester  bekerja  berdasarkan  pengukuran  medan  listrik  pada  sebuah isolator.  Evaluasi  disini  untuk  mengetahui perangkat  pengukuran  dan  metode  yang  paling  tepat  dan paling  efektif  untuk  digunakan  di lapangan,  terutama pada jaringan Ttransmisi Tegangan Tinggi 500 kV.
Kata kunci: Evaluasi, isolator  tegangan  ekstra  tinggi, transmisi  500  kV,  sistem tenaga listrik, pengukuran, kondisi isolator
Penulis: M.Toni Prasetyo dan Novan Nur Hidayah
Kode Jurnal: jptlisetrodd130461

Artikel Terkait :