ANALISIS PENGARUH PENYAMBUNGAN DISTRIBUTED GENERATION PADA RUGI – RUGI DAYA SALURAN DISTRIBUSI
ABSTRACT: Akhir-akhir ini
telah dikembangkan sistem pembangkitan energi mandiri yang dapat dikoneksian
pada jaringan distribusi. Pembangkit tersebut adalah pembangkit tersebar atau
Distributed Generation (DG). Pembangkit tersebut diantaranya adalah mikrohidro,
wind turbine dan sel surya. Beberapa pembangkit tersebut akan disambungkan pada
saluran sistem distribusi 20 kV penyulang pujon untuk mengurangi rugi-rugi daya
pada saluran tersebut. Rugi daya pada saluran distribusi 20 kV pada penyulang
pujon sebelumnya adalah 0,3122 MW dan 0,3752 MVar pada saat beban maksimum dan
pada saat beban minimum rugi dayanya adalah sebesar 0,0239 MW dan 0,0286 MVar.
Setelah penyambungan tiga pembangkit tadi rugi daya pada penyulang pujon
berkurang menjadi 0,31 MW dan 0,3725 MVar saat beban maksimum dan ketika beban
minimum rugi dayanya berkurang menjadi 0,0232 MW dan 0,0279 MVar. Penyambungan
tiga pembangkit tersebut juga menaikkan nilai tegangan di ujung
salurandistribusi 20 kV penyulang pujon, dimana sebelum DG disambungkan nilai
tegangan di ujung saluran saat beban maksimum adalah 17,8108 kV dan setelah DG
disambungkan tegangan di ujung saluran naik menjadi 17,8344 kV.
Penulis: Septian Kevin
Aditama., Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D. Dr. Rini Nur Hasanah, S.T., M.T.. M.Sc
Kode Jurnal: jptlisetrodd140564