Analisa Unjuk Kerja Mobile Based Tranceiver Station untuk Kestabilan Infrastruktur Sistem Komunikasi Seluler

Abstrak: Stabilitas infrastruktur sistem telekomunikasi, khususnya pada saat dan setelah terjadi bencana alam di suatu area, harus dikembalikan sesegera mungkin untuk memulihkan layanan komunikasi. Salah satu solusi untuk pemulihan adalah dengan membangun mobile Base Transceiver Station (BTS), yang dapat di-install dengan mudah. Dalam penelitian ini, analisis  mobile BTS  Combat jenis Arrow dilakukan di daerah Terbanggi Agung, Lampung Tengah. Pengukuran kinerja dan analisis data dilakukan pada tiga sektor cakupan sel.  Received Total Wideband Power (RTWP), Call Completion Success Rate-Packet Switched (CCSR-PS) dan Call Completion Success Rate- Circuit Switched (CCSR-CS) yang diambil secara berkala (per jam selama 24 jam), dijadikan parameter unjuk kerja berdasarkan standar  Key Performance Indicator  (KPI) dari  International Telecommunication Union (ITU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata RTWP pada masing-masing sektor adalah 105 dB, sedangkan nilai CCSR-PS dan CCS -CS berada di atas 95% . Selain itu juga didapat nilai RTWP terukur kurang dari standar, yang diasumsikan disebabkan gangguan dari frekuensi uplink BTS tetangga, meskipun kemungkinan gangguan tersebut kecil. Secara keseluruhan, nilai-nilai RTWP, CCSR-PS, dan CCSR-CS memenuhi standar Rekomendasi ITU-TE.850.
Kata kunci: mobile BTS, received total wideband power (RTWP), call completion success rate-packet switched (CCSR-PS), call completion success rate-circuit switched (CCSR-CS)
Penulis: Melvi, Ardian Ulvan, dan Ricky Fernando
Kode Jurnal: jptlisetrodd140626

Artikel Terkait :