Alat Optimasi Suhu dan Kelembaban untuk Inkubasi Fermentasi dan Pengeringan Pasca Fermentasi
Abstrak: Alat bantu proses
fermentasi bahan pangan sudah banyak kita jumpai baik di laboratorium maupun
industri rumah tangga. Namun, alat ini hanya sebagai inkubator saja dan
terkadang alat ini pun tidak bisa mengoptimalkan proses fermentasi dengan baik
akibat kelembaban saat proses fermentasi yang selalu bertambah sedangkan kotak tertutup
rapat. Namun, pemberian lubang pada alat bantu fermentasi tidak mengubah efek
busuk karena bakteribakteri dari udara luar yang tidak dibutuhkan masuk melalui
lubang. Berdasarkan hal tersebut, dirancang suatu alat yang memiliki dua fungsi
terpisah, yaitu sebagai inkubator fermentasi dan sebagai pengering pasca
fermentasi. Alat ini mampu bekerja dari suhu 35oC - 120oC dan dilengkapi 2 buah
exhaust fanuntuk meminimalisir kelembaban ketika mode fermentasi maupun
pengeringan. Sensor SHT11 digunakan untuk mengukur besarnya suhu dan kelembaban
relatif di dalam box inkubator. Pemanas keramik digunakan untuk memanaskan
udara di dalam kotak sesuai dengan keinginan user. Sebagai user interface,
digunakan keypaddan LCD karakter 4 × 16. Arduino Mega2560 berperan sebagai
pengendali utama keseluruhan sistem. Jika dibandingkan dengan proses fermentasi
secara konvensional, alat ini bekerja lebih cepat dengan selisih 9 jam dan
obyek fermentasi tidak menjadi busuk.
Penulis: Gunawan Dewantoro,
Sri Hartini, dan Agustinus Hery Waluyo
Kode Jurnal: jptlisetrodd130509