PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN STABILISASI MERK ”X” TERHADAP NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR)
ABSTRACT: Nilai CBR suatu
bahan merupakan hal yang sangat diperhitungkan pada kontruksi baik jalan
ataupun konstruksi lainnya. Penggunaan tanah yang distabilisasi untuk digunakan
sebagai bahan konstruksi merupakan sebuah alternatif. Salah satu caranyaberupa
meningkatkan kerapatan tanah dengan cara pemadatan dan mencampur dengan bahan
stabilisasi tambahan untuk meningkatkan sifat-sifat tanah.Bahan yang digunakan
pada penelitian ini adalah bahan stabilisasi merk “X” yang diproduksi Chemilink
Technologies Group yang merupakan bahan polimer dalam bentuk serbuk. Bahan ini
dapat merubah sifat fisis dan mekanis tanah seperti meningkatkan konsistensi
tanah, meningkatkan kepadatan tanah, meningkatkan kekuatan tanah, dsb.
Tanah yang digunakan adalah tanah yang tidak dapat digunakan untuk
timbunan jalan menurut spesifikasi umum PU yang berasal dari Jalan Raya Caruban
– Ngawi, Desa Purworejo, Kecamatan Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun.Setelah
dicampurkan bahan stabilisasi dengan variasi kadar 2.50%, 3.00%, 3.25%, 3.50%,
4.00% dan 4.50% terjadi perubahan pada nilai batas atterberg yaitu penurunan PI
seiring bertambahnya kadar bahan stabilisasi. Pada tanah asli PI sebesar 48,01%
dan perubahan terbesar pada kadar 4.5% sebesar 29.86%. Lalu pada specific
gravity juga terjadi peningkatan, dari Gs tanah asli sebesar 2.62 menjadi 2.701
pada kadar bahan stabilisasi 4.5%. Kemudian pada uji pemadatan tidak ada
korelasi pasti pada nilai OMC namun terjadi peningkatan pada nilai berat isi
kering maksimum akibat reaksi bahan stabilisasi yang memecahkan
gumpalan-gumpalan lempung sehingga tercapai kepadatan yang lebih. Pada uji CBR
terjadi peningkatan nilai CBR akibat penambahan bahan stabilisasi, peningkatan
jumlah tumbukan, dan penambahan lama waktu curing. Didapatkan korelasi antara
jumlah tumbukan peningkatan CBR bahwa peningkatan nilai CBR pada tumbukan 56
dan 65 lebih baik dibanding 10 dan 30 tumbukan. Kemudian pada tumbukan 56 dan
65 terlihat korelasi yang jelas akibat lama waktu curing yaitu semakin lama
waktu curing maka CBR yang didapat lebih tinggi. Dan nilai CBR yang melebihi
nilai CBR agregat A terjadi pada kadar bahan stabilisasi 4.0% dan 4.5% pada
waktu curing 7 hari baik 56 maupun 65 tumbukan yaitu untuk 4.0% sebesar 98.659%
dan 97.920% lalu 4.5% sebesar 100.924%
dan111.530%.
Penulis: Mahesa Hidayat, Arief
Rachmansyah, Yulvi Zaika
Kode Jurnal: jptsipildd150076