PENGARUH BERAT PATI DAN VOLUME PLASTICIZER GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK FILM BIOPLASTIK PATI KENTANG
Abstrak: Bioplastik merupakan
plastik yang dapat
terdegradasi oleh mikroorganisme dan
terbuat dari bahan
yang dapat diperbaharui. Film plastik pati ini dibuat mengunakan pati
kentang (kandungan pati yang terdapat pada kentang sebesar 22-28%), gliserol
sebagai plasticizer dan asam asetat sebagai katalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh berat pati
dan variasi volume
gliserol terhadap karakteristik
film plastik pati kentang. Pembuatan film plastik
menggunakan metode blending pati dengan variasi berat pati kentang (10 g, 15 g,
dan 20 g) serta variasi volume gliserol (0 ml, 1 ml, 2 ml dan 3 ml). Analisa
bioplastik meliputi uji FTIR, kekuatan
tarik yang didukung
oleh analisa SEM.
Hasil yang diperoleh
pada analisa FTIR
tidak terbentuk gugus baru
pada film plastik pati
kentang, baik pada
film plastik tanpa gliserol maupun
film plastik dengan gliserol. Hasil FTIR yang diperoleh pada kedua film
plastik adalah perubahan regangan gugus OH, C=C, dan C-H. Nilai regangan untuk
gugus OH pada pati kentang adalah 3579,88 cm-1 berubah menjadi 2978,09 cm-1 untuk film
plastik tanpa gliserol
sedangkan untuk film
plastik dengan gliserol
menjadi 3541,31 cm-1
dan 2970,38 cm-1. Gugus
C=C dari 1635,64
cm-1 menjadi 1697,36
cm-1 dan 1697,36
cm-1. Sedangkan untuk gugus
C-H dari 2873,79
cm-1 menjadi 2877,79
cm-1 dan 2870,08
cm-1. dan Kekuatan
tarik film plastik mengalami penurunan
dengan bertambahnya volume
gliserol. Kekuatan tarik
maksimum pada film
plastik terjadi pada saat
berat pati 10
g dan volume
gliserol 0 ml
yaitu 9,397 MPa.
Sedangkan hasil SEM
yang diperoleh menguatkan hasil
kekuatan tarik pada
film plastik, dimana
terdapat void, lekukan
dan gumpalan pati yang tidak
larut yang dapat mempengaruhi nilai kekuatan tarik film plastik.
Penulis: Afiifah Radhiyatullah,
Novita Indriani, M. Hendra S. Ginting
Kode Jurnal: jpkimiadd150233