KAJIAN TARIF KERETA API PENATARAN JURUSAN BLITAR-SURABAYA
ABSTRACT: Dicabutnya subsidi
bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah menyebabkan terjadinya
fluktuasi harga BBM yang mengikuti harga minyak dunia. Hal ini mengakibatkan
berubahnya biaya operasional kereta api sebelum dicabut dan setelah dicabutnya
subsidi, sehingga nanti akan berpengaruh pada penetapan tarif kereta api. Oleh
karena itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tarif berdasarkan
Biaya Operasional Kendaraan (BOK), kesesuaian tarif berdasarkan kemampuan (ATP)
dan kemauan (WTP) penumpang dalam membayarkan jasa transportasi KA, dan
mengetahui tingkat pelayanan KA Penataran saat ini. Kajian ini bertujuan untuk
mengetahui kesesuaian tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan dengan
tarif yang berlaku saat ini, untuk mengetahui kesesuaian tarif berdasarkan
kemampuan (Ability To Pay) dan kemauan (Willingness To Pay) membayar jasa
transportasi massal kereta api dengan tarif yang berlaku saat ini dan tarif
berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, untuk mengetahui tingkat pelayanan
Kereta Api Penataran saat ini ditinjau dari sisi penumpang.
Kajian ini menggunakan metode survei wawancara. Jumlah populasi
penelitian ini sebanyak 809 penumpang dengan jumlah sampel sebanyak 300 dengan
menggunakan bantuan rumus Slovin. Digunakan asumsi tingkat keterandalan 95%
sehingga nilai galat pendugaan sebesar 5% (0,05). Data dikumpulkan dengan
metode angket. Dilakukan di Stasiun Blitar, kota Blitar dengan penumpang yang
bertujuan dari Blitar ke Surabaya lewat Malang. Metode analisis dalam kajian
ini menggunakan metode Importance-Performance Analysis (IPA), Ability to Pay
(ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Metode IPA digunakan untuk melihat
bagaimana kinerja kendaraan ditinjau dari tingkat kinerja dan tingkat
kepentingannya. Metode ATP digunakan untuk menentukan besaran tarif yang mampu
dibayar oleh responden, sementara metode WTP digunakan untuk menentukan besaran
tarif yang bersedia dibayar oleh responden untuk menggunakan jasa.
Berdasarkan analisis IPA didapatkan nilai rata-rata kepentingan dari
keseluruhan atribut pelayanan sebesar 4,435 dan nilai rata-rata kinerjanya
sebesar 3,213. Berdasarkan analisis BOKA yang didapatkan dari perhitungan
PT.KAI sebesar Rp43.918,- jauh lebih besar dari tarif yang berlaku saat ini
yaitu Rp15.000,- yang artinya untuk menurunkan besaran tarif dari perhitungan
BOKA menjadi tarif yang berlaku saat ini sudah dialokasikan subsidi sebesar
Rp28.918,-. Berdasarkan analisis Ability to Paydidaptakan persamaan regresi
Y=0,0007X+444,1 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp4.435.074,- sehingga
diperoleh nilai ATP sebesar Rp7.459,-. Persentase responden yang mampu membayar
tarif yang berlaku saat ini sebanyak 25,33%. Berdasarkan analisis Willingness
to Paydidapatkan persamaan regresi Y=0,0003X+9954,7 dengan rata-rata pendapatan
sebesar Rp4.435.074,- sehingga diperoleh nilai WTP sebesar Rp11.285,-.
Persentase responden yang bersedia membayar sesuai tarif yang berlaku saat ini
sebanyak 53,67%. Selanjutnya berdasarkan kesesuaian ATP dan WTP diperoleh nilai
tarif yang memenuhi keduanya sebesar Rp10.500,-
Penulis: Fakhrul Hartasantoso,
Rina Puspita Wahyuningaji, M. Zainul Arifin, Agus Suharyanto
Kode Jurnal: jptsipildd150082