Kajian Desain Interior Lantai 1 pada Museum Fatahillah Jakarta
Abstract: Museum Fatahillah
dahulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada
masa kolonialisme Belanda. Latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan poltik
pada masa kolonial telah memberikan
suatu pengaruh pada gaya arsitektur dan tata ruang pada museum Fatahillah.
Seiring dengan perkembangan jaman, bangunan bersejarah ini dijadikan kawasan
yang dilestarikan sesuai dengan
peraturan daerah sebagai kawasan cagar
budaya. Tujuannya adalah untukmelindungi kawasan bersejarah dan bangunannya,
agar dapat terjaga dan terpelihara sehingga dapat menarik minat pengunjung
sebagai tempat wisata sambil belajar.
Dengan memadukan beberapa ilmu di dalamnya seperti unsur kebudayaan, edukasi,morfologi,
rekreasi empirik serta etimologinya diharapkan menghasilkan suatu hasil yang
baik untuk perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik pada pengunjungnya
khususnya siswa sekolah maupun turis domestik dan luar negeri yang ingin mengetahui perjalanan sejarah suatu bangsa.
Paper ini akan mencoba mengulas mengenai perubahan fungsi museum Fatahillah
yang tadinya adalah balai kota pada masa kolonialisme, kemudian berubah menjadi
museum pada masa pasca kemerdekaan. Kajian yang akan digunakan adalah dengan
mengemukakan teori poskolonial, sementara itu metode yang digunakan adalah
metode hermeneutika.
Penulis: Jhon Viter
Kode Jurnal: jptindustridd140451