PENGARUH PELATIHAN BERPIKIR POSITIF TERHADAP ASERTIVITAS REMAJA PANTI ASUHAN
Abstract: Remaja sebagai salah
satu tahap dalam perkembangan manusia, memiliki tugas perkembangan yang
berfokus pada upaya untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku sebagai
orang dewasa yang bertanggung jawab dalam lingkungannya. Remaja memerlukan
dukungan dan pengarahan dari keluarga untuk menyelesaikan tugas
perkembangannya. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak setiap remaja dilindungi
dalam satu keutuhan keluarga sehingga menyebabkan remaja harus berada di panti
asuhan. Keberadaan panti asuhan berperan penting sebagai lembaga yang menangani
anak-anak terlantar untuk memenuhi kebutuhan anak asuhnya baik dari segi fisik
maupun psikis tetapi panti asuhan tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan anak
asuhnya terutama kebutuhan psikis. Masalah psikologis yang sering dialami oleh
remaja panti asuhan, diantaranya mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan
orang lain (kompetensi interpersonal), salah satunya dalam asertivitas yang
menjadi fokus penelitian ini. Asertivitas merupakan suatu perilaku yang dapat
dipelajari sehingga perilaku asertif dapat ditingkatkan melalui serangkaian
latihan. Latihan untuk meningkatkan asertivitas dapat dilakukan dengan
menekankan pada proses kognitif. Salah satu pengembangan latihan dengan proses
kognitif adalah berpikir positif. Pelatihan berpikir positif ini dimaksudkan
untuk meningkatkan asertivitas remaja panti asuhan. Tujuan dalam penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap
asertivitas remaja panti asuhan di Panti Asuhan Yatim (PAY) Mardhatilah
Sukoharjo.
Penelitian ini menggunakan Non-Randomized Pretest-Posttest Control-Group
Design dengan subjek penelitian sebanyak 10 remaja panti asuhan di PAY
Mardhatilah Sukoharjo dengan tingkat asertivitas sedang yaitu lima remaja
Kelompok Eksperimen dan lima remaja Kelompok Kontrol. Pelatihan ini menggunakan
pendekatan experiential learning dengan metode communication activities, games,
role play, sharing, relaksasi, dan pemutaran film serta materi pelatihan yang
telah disusun dalam modul. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala
Asertivitas dengan daya beda item 0,302 - 0,642 dan koefisien reliabilitas (α)
0,883.
Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U, diketahui besarnya nilai Zhitung =
-2,627 (Ztabel = -2,409; Zhitung<Ztabel) dan p 0,008 (p<0,05). Hal ini
berarti ada pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap asertivitas remaja
panti asuhan. Selanjutnya, hasil uji menggunakan Wilcoxon T, diketahui besarnya
nilai Zhitung = -2,032 (Ztabel = -1,728; Zhitung<Ztabel) dan p 0,042 (p<
0,05). Hal ini berarti bahwa pelatihan berpikir positif efektif dalam
meningkatkan asertivitas remaja panti asuhan.
Penulis: Adhisty June
Ertyastuti, Tri Rejeki Andayani, Aditya Nanda Priyatama
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan120047