KETIDAKADILAN SEBAGAI SUMBER RADIKALISME DALAM AGAMA: SUATU ANALISIS BERBASIS TEORI KEADILAN DALAM PENDEKATAN PSIKOLOGI
Abstrak: Kajian
tentang radikalisme dalam agama telah banyak dibahas dari berbagai perspektif.
Makalah ini akan menyajikan sebuah analisis dengan melihat radikalisme agama dari
tiga perspektif keadilan,
yakni Ketidakadilan Distributif,
Ketidakadilan Prosedural,
dan Ketidakadilan Interaksional. Keadilan
akan terwujud apabila
kedua pihak yang berinteraksi
memberikan input dan
memperoleh output (sumberdaya
di bidang ekonomi, politik, dll.) relatif setara antara Pihak-I dengan
Pihak-II. Keadilan akan terwujud apabila kedua pihak yang berinteraksi
memperoleh kesempatan yang setara di
dalam mengatur input
dan memperoleh output
(sumberdaya di bidang
ekonomi, politik, dll). Keadilan
juga akan terwujud
apabila kedua pihak
memperlakukan pihak manapun yang
berinteraksi dengan mereka dalam kesetaraan, tanpa pilih kasih dan standar ganda
untuk memperoleh output.
Radikalisme dipicu oleh adanya persepsi Ketidakadilan Prosedural dan
Ketidakadilan Distributif yang dilakukan oleh Blok Negara Barat yang dipimpin
oleh Amerika Serikat dengan instrumen ekonomi dan politik berupa lembaga IMF,
World Bank, dan WTO. Dari sisi Ketidakadilan Interaksional pihak Blok Barat telah
berbuat tidak adil
dengan menerapkan standar
ganda dalam hubungan mereka dengan Israel yang sangat
berbeda dengan perlakuan mereka pada negara-negara yang erpenduduk mayoritas
beragama Islam.
Penulis: Djamaludin
Ancok
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd080013