KETABAHAN DAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA PENDERITA LUPUS
ABSTRAK: Depresi merupakan
satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang
sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu
makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya,
serta bunuh diri. Penyakit lupus sendiri merupakan penyakit kronis yang
menyerang sistem kekebalan tubuh manusia (autoimun) Penelitian ini ingin
mengungkap hubungan antara ketabahan dengan kecenderungan depresi pada
penderita lupus.Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode skala
psikologi, yaitu cara pengumpulan data dengan menetapkan besarnya bobot atau
nilai skala bagi jawaban penyataan objek psikologis yang berdasarkan pada suatu
kontinu.
Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana.
Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan antara
depresi dengan ketabahan melalui rxy= -0,651 dengan p = 0,000 (p<0,05).
Hasil uji hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang
signifikan antara depresi dengan ketabahan. Dengan demikian, hipotesis yang
menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara depresi dengan
ketabahan dapat diterima. Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwa semakin
tinggi ketabahan maka depresi yang dimiliki penderita lupus akan semakin
rendah.
Penulis: Farida Hidayati
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd140053