KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA JANDA/DUDA DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP DUKUNGAN SOSIAL DAN GENDER
Abstrak: Meninggalnya pasangan
hidup membuat seorang
istri/suami mengalami banyak
perubahan hidup yang mempengaruhi kondisi kesejahteraan
psikologisnya. Untuk mempertahankan kesejahteraan psikologis yang baik, lansia
akan mencari sumber-sumber dukungan sosial dalam hidupnya. Tujuan dari
penelitian ini adalah melihat hubungan
antara persepsi terhadap
dukungan sosial dan
kesejahteraan psikologis lansia
janda dan duda
dan mengkaji perbedaan gender dalam persepsi terhadap dukungan sosial
dan kesejahteraan psikologis diantara janda dan duda. Subjek penelitian ini
adalah 112 lansia anggota Paguyuban Lansia Sehat PMI Cabang Kota Semarang (78
janda; 34 duda). Data dikumpulkan menggunakan Skala Persepsi terhadap Dukungan
Sosial (32 aitem; α = 0,97) dan
Skala Kesejahteraan Psikologis
(33 aitem; α
= 0,92). Teknik
analisis regresi sederhana
digunakan untuk menguji korelasi; Uji-t digunakan untuk menganalisis
perbedaan diantara dua kelompok data yang berbeda berdasarkan gender. Hasil
analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara
persepsi terhadap dukungan sosial
dan kesejahteraan psikologis
pada lansia (r
= 0,739; p
< 0,001). Hasil Uji-t menunjukkan lansia
janda/duda memiliki persepsi
lebih positif terhadap
dukungan sosial (t(35)
= 3,594; p <
0,001) dan menunjukkan kesejahteraan psikologis yang lebih baik daripada lansia
duda/janda ( t(42) = 2,944; p = 0,004).
Penulis: Dinie Ratri
Desiningrum
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd140031