HUBUNGAN CONSCIENTIOUSNESS DENGAN RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI DI FISIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA
ABSTRAK: Mahasiswa penerima
beasiswa Bidikmisi adalah
mahasiswa yang berprestasi
akademik tinggi namun berasal
dari keluarga kurang
mampu sehingga mendapatkan
rekomendasi dari kepala sekolah
pada jenjang sekolah
sebelumnya untuk melanjutkan
sekolah ke perguruan inggi dengan
bantuan dana pendidikan
dari pemerintah. Mereka
menghadapi tekanan akademik.Terdapat perbedaan
antar mahasiswa termasuk
dalam mempersiapkan dan menentukan langkah untuk menghadapi masa
depan. Mahasiswa yang memiliki tujuan yang jelas dan
bekerja keras dalam
usaha mencapainya dikatakan
sebagai mahasiswa yang memiliki
kecenderungan
conscientiousness. Menurut Taylor
dan de Bruin’s
(Sutherland, Bruin, & Crous,
2007), individu yang
conscientious memiliki tujuan
dalam bertindak, menunjukkan
keinginan kuat dalam perilaku, memiliki tekad dan detail oriented. Di sisi
lain, pada usia ini mahasiswa juga harus menghadapi rintangan untuk mencapai
kesuksesan. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan resiliensi akademik yang
baik. Menurut Martin & Marsh (2003),resiliensi akademik
adalah kemampuan untuk
menghadapi kejatuhan (setback),
stres atau tekanan secara
efektif pada setting
akademik. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan
sampel sebanyak 91
mahasiswa penerima beasiswa
Bidikmisi di FISIP Universitas Brawijaya.
Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui hubungan
antara conscientiousness dengan resiliensi akademik pada mahasiswa
penerima beasiswa Bidikmisi. Hasil
penelitian yaitu ada
hubungan antara conscientiousness dengan
resiliensi akademik sebesar r=0,217.
Artinya, semakin tinggi
conscientiousness maka semakin
tinggi pula resiliensi akademik
mahasiswa. Semakin rendah
conscientiousness maka semakin
rendah pula resiliensi akademik mahasiswa.
Penulis: Yuliana Mukti
Rahmawati, Amir Hasan Ramli, Yoyon Supriyono
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd100041