Demokratisasi dalam Diplomasi?: Sebuah Tinjauan terhadap Konsep dan Fungsi "Citizen Diplomacy"
Abstract: Artikel ini membahas
tentang bagaimana aktifitas diplomasi terdemokratisasi oleh meningkatnya
partisipasi publik di dalamnya. Konsep citizen diplomacy berkembang seiring
meningkatnya partisipasiwarga biasa dalam aktifitas diplomasi. Dalam
kenyatannya, aktifitas citizen diplomacy sulit dipisahkan dari aktifitas
diplomasi publik dimana negara memang dengan sengaja melibatkan aktor
non-negara untuk meningkatkan kredibilitas dilomasi pemerintah. Sebagian besar
definisi citizen diplomacy juga masih melihat partisipasi warga biasa memang
dilakukan dalam rangka mendukung diplomasi negaranya. Artikel ini secara khusus
membahas tipologi citizen diplomat dari Paul Sharp yang sangat membantu dalam
mengidentifikasi aktor-aktor dalam citizen diplomacy dan berbagai bentuk
partisipasinya. Melalui tipologi tersebut Sharp menawarkan pengertian yang
lebih luas dimana citizen diplomacy dilihat sebagai partisipasi warga biasa
dalam interaksi global baik yang bersifat internasional maupun transnasional.
Kesimpulannya, secara umum citizen diplomacy sebagai metode penyelenggaraan
hubungan internasional memiliki tiga karakteristik: adanya partisipasi warga
biasa dalam interaksi global; bersifat komplementer terhadap dplomasi
berbasis-negara; dan mensyaratkan adanya kesadaran global pada para pelakunya.
Penulis: Dian Mutmainah
Kode Jurnal: jphubintdd140029