DAMPAK PEMBERLAKUAN ASEAN- CHINA FREE TRADE AREA TERHADAP INDUSTRI MUTIARA AIR LAUT DI INDONESIA TAHUN 2012
Abstrak: Pemberlakuan ACFTA di
kawasan negara anggota kerjasama bertujuan untuk meningkatkan kerjasama
ekonomi, perdagangan, dan
investasi antara Negara anggota serta meliberalisasikan secara
progresif dan meningkatkan perdagangan barang dan jasa. hal
ini telah tercantum
dalam framework agreement on comprehensive economic cooperation. Selain
itu negara anggota menyepakati
untuk menjalankan sebuah
program penurunan tarif
yang akan dimulai pada tahun 2004
– 2015. Jadwal penurunan tarif tersebut terbagi atas tiga tahapan yaitu early
harvest programe, normal track, dan sensitive track. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
dampak diberlakukanya perjanjian kerjasama ACFTA
terhadap industri mutiara
air laut di
Indonesia yang mengalami kesulitan akibat adanya
penurunan tarif yang
ada didalam isi perjanjian ACFTA.
Hasil penelitian menunjukan
dampak diberlakukanya ACFTA
di Indonesia yang
menimbulkan kesulitan pada
industri mutiara air
laut yang disebabkan oleh penurunan
tarif pada semua
komoditi yang sebelumnya 17,5% hingga menjadi 0% pada
normal track yang
dimulai pada tahun
2010, termasuk komoditi mutiara
didalamnya. Hal ini
menyebabkan adanya serbuan
mutiara air tawar impor
dari China yang
masuk ke Indonesia.
Ketidaksiapan industry mutiara air laut dalam negeri menghadapi serbuan
mutiara impor murah dari China menyebabkan
kekalahan di pasar lokal. Hal
ini menyebabkan penurunan produksi
mutiara air laut akibat jatuhnya
produsen mutiara local yang tidak dapat bersaing dengan
masuknya mutiara air tawar asal China.
Penulis: ACHMAD JATNIKA
Kode Jurnal: jphubintdd130019