Berbaur tapi Tidak Lebur: Membentuk dan Mempertahankan Identitas Religius Pada Mahasiswa Aktivis Dakwah Kampus
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengungkap bagaimana identitas religius aktivis dakwah kampus
terbentuk, strategi untuk mempertahankan identitas tersebut, dan apa implikasinya dalam interaksi sosial
aktivis dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
fenomenologi. Subjek penelitian ditentukan secara purposif dengan
mempertimbangkan lama keterlibatan dan peran yang dimainkan dalam gerakan
dakwah kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil
penelitian ini menunjukkan tiga tema dominan, yaitu motivasi bergabung dalam
gerakan dakwah, pembentukan identitas aktivis dakwah, dan strategi
mempertahankan identitas. Secara umum penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor
awal yang mendorong keterlibatan
partisipan dalam gerakan dakwah adalah keinginan untuk merasakan ikatan
emosional kekeluargaan yang dipersepsi sebagai ‘tanpa pamrih’ karena
berlandaskan nilai religius. Stelah menjadi anggota komunitas dakwah, para
partisipan mengembangkan persepsi diri mereka sebagai ‘minoritas’ dengan segala
konsekuensinya. Selanjutnya, motivasi untuk mengajak sebanyak mungkin mahasiswa
lain untuk bergabung dalam komunitas minoritas tersebut membuat para aktivis
dakwah berada dalam ketegangan antara tetap menjaga identitas ‘eksklusif’
dengan tuntunan untuk bergaul luas secara inklusif agar pesan dakwah bisa
diterima.
Penulis: MUHAMMAD SYAFIQ
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd120042