Analisis Group Decision-Making dalam Sikap Abstain Indonesia terhadap Resolusi Nuklir Iran
ABSTRACT: Indonesia memiliki
posisi strategis sebagai anggota tidak tetap Dewan Keaman-an PBB pada periode
2007-2008. Posisi ini krusial ketika dihadapkan pada fakta bahwa Iran
mengembangkan instalasi nuklir. Permasalahan muncul ketika Iran menolak
melaporkan program nuklirnya pada IAEA sehingga keluar Resolusi 1737/2006 yang
memperingatkan Iran akan pembatasan ekonomi. Sikap Iran yang tidak kooperatif
kemudian menghasilkan embargo melalui resolusi 1747/2007 dan Indonesia
mendukung resolusi ini. Jatuhnya Resolusi 1803/2008 pada akhirnya hanya
disikapi dengan voting abstain oleh Indonesia. Dalam meneliti perubahan sikap
Indonesia, penulis menggunakan peringkat analisis group decision-making dengan
mencari lingkaran konsentris aktor-aktor pembuat keputusan yang mem-pengaruhi
keputusan final pemimpin, yaitu presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY).
Penulis: Masitoh Nur Rohma
Kode Jurnal: jphubintdd140025